INDUSTRY.co.id - Jakarta-Diperkirakan IHSG akan berada di kisaran support 5845-5860 dan resisten 5923-5938. Rabu kemarin, IHSG alami kenaikan yang terjadi cukup didukung oleh adanya kenaikan daya beli meski belum sebanding dengan besarnya volume jual pada pelemahan sehari sebelumnya.

Analis Binaartha Institutional Research Reza Priyambada mengatakan, kenaikan ini kembali dikuji ketahanannya untuk dapat melanjutkan kenaikan berikutnya.

"Kembali diharapkan pelaku pasar dapat mengurangi kepanikan dan kekhawatiran berlebih terhadap pelemahan Rupiah sehingga kenaikan lanjutan masih dimungkinkan. Tetap waspadai terhadap sentimen-sentimen yang dapat membuat IHSG kembali melemah," kata dia di Jakarta, Jumat (11/5/2018).

Ia sodorkan saham-saham pilihan: WSKT Trading buy selama dapat bertahan di atas 1940. Support 1920-1940 Resisten 2010-2040. INKP BoW di kisaran 13175-13250. Support 13200-13250 Resisten 13575-13700. BBNI Maintain buy selama dapat bertahan di atas 7925. Support 7875-7925 Resisten 8125-8225

BRPT Maintain buy selama dapat bertahan di atas 2290. Support 2270-2290 Resisten 2340-2370. UNTR Maintain buy selama dapat bertahan d atas 32900. Support 32825-32900 Resisten 33350-33475

Rabu kemarin, kenaikan IHSG sebesar 133,22 poin atau 2,31 persen lebih tinggi dibandingkan pelemahan sebelumnya yang turun 110,38 poin atau 1,88 persen. Pergerakan IHSG di atas kisaran support 5805-5813.

Laju IHSG mampu kembali bergerak di zona hijau meski di awal sempat diwarnai pelemahan melanjutkan penurunan sebelumnya. Pergerakan IHSG sempat menjauhi level psikologisnya di bawah angka 5.800. Adanya aksi beli secara bertahap yang dibarengi masih adanya berita-berita positif dari para emiten untuk mengimbangi sentimen pelemahan Rupiah mampu mengangkat IHSG hingga akhir sesi. Bahkan kenaikan ini di tengah masih maraknya aksi jual pelaku pasar asing.

Asing mencatatkan nett sell Rp 328,16 miliar dari sebelumnya nett sell Rp 180,89 miliar.