INDUSTRY.co.id - Jakarta- Dari data yang diperoleh, Pemerintah tidak menyerap sejumlah penawaran pada lelang kali ini.
Analis Binaartha Institutional Research Reza Priyambada mengatakan, lelang kali ini berasal dari lelang lima seri Surat utang negara (SUN) pada Selasa (8/5) dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp 7,19 triliun.
"Adapun jumlah dana yang diserap tersebut berasal dari seri SPN12180809 (penerbitan kembali); SPN12190510 (penerbitan baru); FR0063 (penerbitan kembali); FR065 (penerbitan kembali); dan FR075 (penerbitan kembali)," kata dia di Jakarta, Rabu (9/5/2018).
Ia katakan, jumlah yang dimenangkan untuk seri SPN12180809 (penerbitan kembali) berjumlah Rp0 dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 0 persen dan imbalan secara diskonto. Penawaran masuk untuk seri SUN yang jatuh tempo pada 9 Agustus 2018 sebesar Rp2,20 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk 5,05 persen dan tertinggi 5,55 persen.
Jumlah dimenangkan untuk seri SPN12190510 (penerbitan baru) sebesar Rp0 dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 0 persen dan tingkat imbalan diskonto. Penawaran masuk untuk seri SUN yang jatuh tempo pada 10 Mei 2019 ini mencapai Rp2,30 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,00 persen dan tertinggi 7,00 persen.
Lalu, untuk seri FR0063 (penerbitan kembali) memiliki penawaran yang masuk sebesar Rp 2,06 triliun dengan penyerapan sebesar Rp 0. Seri SUN yang memiliki tingkat imbalan 5,625 persen ini memiliki imbal hasil rata-rata tertimbang 0 persen dimana imbal terendah yang masuk 6,80 persen dan tertinggi 7,70 persen.
Untuk seri FR0065 (penerbitan kembali), memiliki penawaran yang masuk sebesar Rp 208 miliar dengan penyerapan sebesar Rp 0. Seri SUN yang memiliki tingkat imbalan 6,625 persen ini memiliki imbal hasil rata-rata tertimbang 0 persen dimana imbal terendah yang masuk 7,43 persen dan tertinggi 7,60 persen.
Untuk seri FR075 (penerbitan kembali) memiliki penawaran yang masuk sebesar Rp 415 miliar dengan penyerapan sebesar Rp 0. Seri SUN yang memiliki tingkat imbalan 7,50 persen ini memiliki imbal hasil rata-rata tertimbang 0 persen dimana imbal terendah yang masuk 7,70 persen dan tertinggi 7,95 persen.
Pemerintah pada lelang sebelumnya, telah menyerap dana sebesar Rp4,51 triliun dari lelang lima seri Surat utang negara (SUN) pada Selasa (28/4) dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp 17,02 triliun.
"Dengan demikian, nilai penawaran kali ini (8/5) jauh lebih rendah dari sebelumnya dan dengan tidak adanya. Lebih rendahnya penawaran dari para investor saat itu seiring dengan kondisi pasar obligasi yang kurang baik karena adanya sentimen negatif terutama dari global yang berpengaruh terhadap kondisi di dalam negeri, terutama terkait dengan pergerakan Rupiah terhadap USD yang cenderung masih melemah. Di sisi lain, pergerakan imbal hasil pun cenderung lebih tinggi dari lelang SUN sebelumnya yang menandakan preferensi risiko pasar di mata pelaku pasar telah meningkat," katanya.