INDUSTRY.co.id - Jakarta-Pergerakan Rupiah yang cenderung mendatar memberikan imbas positif bagi pasar obligasi dalam negeri. Pelaku pasar memanfaatkan bertahannya Rupiah dari pelemahan lebih lanjut untuk kembali masuk. Aksi beli pun terjadi dengan memanfaatkan pelemahan sebelumnya.

Analis Binaartha Institutional Research Reza Priyambada mengatakan, meski laju imbal hasil obligasi AS cenderung meningkat namun, belum sepenuhnya direspon pelaku pasar. 

Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata turun -4,40 bps; tenor menengah (5-7 tahun) turun -1,21 bps; dan panjang (8-30 tahun) turun -2,76 bps.

"Laju pasar obligasi cenderung variatif naik tipis," kata dia di Jakarta, Senin (7/5/2018).

Menurut dia, pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo ±10 tahun dengan harga 96,20% memiliki imbal hasil 6,52% atau naik 0,01 bps dari sebelumnya di harga 96,25% memiliki imbal hasil 6,51%. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo ±20 tahun dengan harga 100,10% memiliki imbal hasil7,49% atau turun -0,010 bps dari sehari sebelumnya di harga 99,99% memiliki imbal hasil7,50%.

"Meski demikian, cermati dan waspadai jika masih adanya berbagai sentimen yang dapat membuat laju pasar obligasi kembali melemah," katanya.