INDUSTRY.co.id - Denpasar- Bali mengekspor berbagai komoditas ke pasaran mancanegara menghasilkan devisa 154,008 juta dolar AS selama triwulan I-2018, meningkat 17,757 juta dolar AS atau 13,03 persen dibanding triwulan yang sama tahun sebelumnya 136,250 juta dolar AS.
"Matadagangan yang dikapalkan ke pasaran luar negeri itu sebagian besar merupakan hasil industri kecil dan kerajinan rumah tangga," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho di Denpasar, Senin (7/5/2018)
Ia mengatakan, khusus nilai ekspor Bali pada bulan Maret 2018 tercatat 59,045 juta dolar AS meningkat 13,784 juta dolar AS atau 30,46 persen dibanding bulan sebelumnya (m-to-m) yang tercatat 45,260 juta dolar AS.
Jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, perolehan devisa tersebut juga meningkat sebesar 7,118 juta dolar AS, atau 13,71 persen, karena ekspor berbagai jenis komoditas pada Maret 2017 hanya menghasilkan 51,927 juta dolar AS.
Adi Nugroho menjelaskan, lima komoditas utama dari Bali yang menembus pasaran luar negeri terdiri atas produk ikan dan udang sebesar 25,51 persen, menyusul produk perhiasan (permata) 15,88 persen serta produk pakaian jadi bukan rajutan 15,16 persen.
Selain itu juga mengapalkan produk kayu, barang dari kayu sebesar 8,53 persen serta produk perabot dan penerangan rumah sebesar 5,45 persen.
Adi Nugroho menambahkan, berbagai jenis komoditas yang dikapalkan ke luar negeri itu paling banyak diserap oleh pasaran Amerika Serikat yakni mencapai 23,63 persen, menyusul Australia 9,23 persen, China 9,02 persen, Hong Kong 7,44 persen dan Jepang 7,30 persen.
Sisanya 23,74 persen diekspor ke negara lainnya di luar sepuluh negara utama tujuan ekspor Bali. Jika dibandingkan dengan kondisi bulan sebelumnya (Februari 2018) dari sepuluh negara tujuan utama ekspor Bali seluruh negara tujuan mengalami peningkatan yang cukup menggembirakan.
Bahkan ekspor tujuan Australia mengalami peningkatan mencapai 100 persen. Bahkan selama tahun 2018 ekspor tujuan negeri kangguru itu mencapai titik tertinggi, dengan matadagangan yang menonjol produk perhiasan (permata) sebesar 2,624 juta dolar AS.
Selain itu tujuan Hong Kong juga mengalami peningkatan ekspopr hingga ratusan persen. Selama tahun 2017 hingga 2018 ekspor Bali ke Hong Kong mencapai puncaknya pada bulan Maret 2018, dengan dominan komoditas perhiasan sebesar 1,417 juta dolar AS serta produk benda-benda dari batu, gips dan semen (1,004 juta dolar AS), ujar Adi Nugroho.