APKKI Lapor Mendag Terkait Keberatan Tentang Wacana Perpanjangan Pengenaan BMAD Untuk Produk Baja Lapis Ringan

Oleh : Ridwan | Jumat, 04 Mei 2018 - 13:53 WIB

Ilustrasi Kemasan Kaleng Logam
Ilustrasi Kemasan Kaleng Logam

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Asosiasi Produsen Kemas Kaleng Indonesia (APKKI) hari ini, Jumat (4/5/2018) mendatangi kantor Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita. 

Kedatangan mereka ke kantor Kementerian Perdagangan adalah untuk menyampaikan keberatannya tentang wacana perpanjangan pengenaan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) periode 2019-2024 atas produk baja lapis timah (Tinplate).

Ketua APPKI Halim Parta Wijaya mengatakan, pengenaan BMAD tentunya akan merugikan para produsen kemasan kaleng yang selama ini selalu melakukan impor Tinplate dari luar negeri. Pasalnya, para produsen kemasan kaleng akan membayar bea masuk lebih tinggi kepada pemerintah.

"Pada 2014-2015 Januari kan sudah ditetapkan Bea Masuk Anti Simping untuk tinplate kepada 3 negara Korea Taiwan dan China ini sudah berlangsung 5 tahun yang seharusnya berakhir pada Januari 2019 ternyata Latinusa mengajukan lagi permohonan untuk perpanjangan dari laporan terakhir tadi penyelidikan terindikasi bahwa rencananya Kadi akan mengizinkan perpanjangan dan kami melihat ada banyak hal yang mestinya tidak adil terhadap perusahaan nasional," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Berdasarkan perhitunganya, jika wacana pengenaan BMAD diberlakukan, maka para produsen kemasan kaleng harus membayar Bea Masuk (BM) sekitar 20%. 

Hal tersebut dikarenakan para produsen yang ingin melakukan impor harus membayar Bea Masuk berdasarkan PMK Nomor 10PMK.011/2014 sebesar 12,5% dtamabah BMAD hingga 7%.

"Industri dalam negeri telah diberikan cukup proteksi oleh pemerintah Indonesia dalam bentuk tarif bea masuk impor atas tinplate sebesar 12,5% sehingga apabila impor atas tinplate dari ketiga dikenakan bea masuk anti simping (BMAD) akan menjadi sebesar BM (12,5%) BMAD (4,4% sampai dengan 7,9%)," jelasnya.

Menurut Ketua APPKI, jika memang bertujuan untuk melindungi industri tinplate dalam negeri, pemerintah sudah cukup untuk melakukan pengenaan Bea Masuk saja tanpa perlu mengenakan BMAD kepada para produsen kemasa kaleng. 

Menurutnya, dengan pengeenaan BM saja, industri tinplate dalam negeri dirasa sudah cukup terlindung.

Selain itu lanjut Halim, industri tinplate dalam negeri sudah sangat terlindungi. "Bagaimana tidak, dari 160.000 metrik ton produksi industri tinplate, hampir semuanya terserap oleh produsen minuman kaleng dalam negeri," tutur Halim.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Strategic Portfolio Telkom Achmad Sugiarto (kedua dari kanan)

Rabu, 19 Juni 2019 - 18:02 WIB

Startup Portfolio Telkom Listing di Australia Stock Exchange

Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menghadiri acara pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) Whispir di Australian Securities Exchange (ASX) dengan kode…

e-Commerce Tokopedia (Ist)

Rabu, 19 Juni 2019 - 17:45 WIB

Sepanjang Bulan Mei 2019, Tokopedia Catat Transaksi Penjualan Hingga Rp 18,5 Triliun

Sepanjang bulan Mei 2019, Tokopedia mencatatkan nilai total transaksi (Gross Merchandise Value/GMV) sebesar US$1.3 miliar atau setara lebih dari Rp18,5 triliun.

Sun Life Financial Indonesia dan Muamalat Indonesia Menandatangani Peresmian Kerja Sama Strategis Bancassurance

Rabu, 19 Juni 2019 - 17:35 WIB

Kerjasama Sun Life Financial Indonesia dan Bank Muamalat Indonesia

PT Sun Life Financial Indonesia (“Sun Life”) perusahaan perencana keuangan keluarga tepercaya, hari ini mengumumkan komitmen kemitraan strategis bersama bank syariah pertama di Indonesia,…

Dirc Richard Talumewo, Presiden Direktur PT Transcoal Pacific Tbk, sedang memberikan penjelasan kepada investor dan pers dalam acara paparan publik di Jakarta, Rabu (19/06/2019). (Foto: Abe)

Rabu, 19 Juni 2019 - 17:22 WIB

Total Dividen Tunai 2018 Transcoal Pacific Bernilai hampir Rp80 Miliar

PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI), perusahaan pelayanan di bidang angkutan laut dan logistik kelautan, akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2018 bernilai total Rp79,68 miliar (Rp15,5…

1ID Music, Survival Reality Show Mencari Talenta Terbaik Indonesia (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 19 Juni 2019 - 17:15 WIB

1ID Music, Survival Reality Show Mencari Talenta Terbaik Indonesia

Famous All Stars dengan bangga mempersembahkan 1ID Music sebuah survival reality show mencari lima talenta musik terbaik Indonesia. Peserta dari ajang ini tidak hanya akan berkompetisi merebut…