INDUSTRY.co.id - Jakarta — Pada kuartal I 2018, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatatkan penjualan mencapai Rp6,26 triliun dengan laba bersih senilai Rp171,22 miliar.
Direktur Keuangan WIKA, A.N.S. Kosasih menjelaskan di awal 2018 ini perseroan banyak melaksanakan investasi di jalan tol dan kawasan Transit Oriented Development (TOD) atau properti yang terhubung dengan infrastruktur transportasi publik yang dibangun sehingga terkesan margin perseroan menurun.
"Ada beberapa investasi perseroan pada beberapa jalan tol dan infrastruktur transportasi publik lainnya serta di beberapa kawasan TOD yang membuat margin WIKA seakan turun," kata Kosasih melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (3/5/2018).
Selain itu, ada juga investasi jalan tol yang sudah selesai seperti jalan tol Soreang-Pasir Koja yang saat ini telah dioperasikan oleh WIKA, namun belum melampaui waktu pengembalian modal (payback period). "Meski demikian, kami dalam posisi keuangan yang sangat sehat dan kondisi permodalan yang sangat kuat," kata Kosasih.
Adapun kas dan setara kas yang dimiliki perseroan mencapai Rp10,25 triliun atau meningkat 28,10% dibandingkan periode yang sama ditahun sebelumnya. Sementara itu total utang berbunga perseroan tercatat Rp12,25 triliun dan ekuitas sebesar Rp14,73 triliun.
"Ini menunjukan rasio hutang berbunga terhadap ekuitas dan net gearing ratio masing-masing hanya 0,83 kali dan 0,14 kali, menunjukan bahwa posisi keuangan WIKA saat ini masih sangat sehat dan kuat," tegas Kosasih.