INDUSTRY.co.id - Pimpinan MPR menemui Presiden Jokowi, di Istana Negara, Selasa (24/1). Dalam kesempatan itu, Ketua MPR Zulkifli Hasan mengajak seluruh warga negara untuk kembali kepada nilai ke-Indonesiaan.
Zulkifli mengajak masyarakat untuk menghargai proses hukum, meski hukum bisa meninggalkan luka atau marah yang panjang. Menurutnya, yang perlu dikhawatirkan bukan sesama saudara tetapi bagaimana menghadapi kompetisi di dunia internasional.
"Mari kita mengembalikan kepada nilai-nilai ke-Indonesiaan kita apa, musyawarah mufakat, dialog dengan jujur, saling menghargai, saling menghormati, dialog tanpa kebencian," kata Zulkifli, usai bertemu Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Selasa (24/1).
Dalam kesempatan itu, Ia mengingatkan bahwa semua masyarakat Indonesia bersaudara dalam keberagaman. "Kita sudah sepakat 71 tahun yang lalu, kita ini bersaudara dan dalam keluarga besar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bukan orang lain," tegasnya.
Dalam pertemuan konsultasi itu, pimpinan MPR RI juga melaporkan sosialisasi 4 pilar, pembahasan haluan negara, dan agenda tahun 2017. Diantaranya terkait peringatan 1 Juni; sidang tahunan MPR RI, DPR RI, dan DPD; dan peringatan 18 Agustus sebagai Hari Konstitusi.
Selain itu, MPR juga mengapresiasi perpres pembentukan lembaga pemantapan Pancasila, dan berharap lembaga ini ke depan bisa bekerja sama dengan MPR RI.
"Ini usulan rapat konsultasi 2 tahun yang lalu, MPR dengan Bapak Presiden. Sudah ditindaklanjuti perlunya, kalau dulu ada Manggala BP7, ada pelajaran-pelajaran mengenai pendidikan kewarganegaraan, pendidikan Pancasila, ada penataran dan sebagainya," terangnya.
Selain Zulkilfi Hasan, pimpinan MPR yang juga hadir dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi adalah Mahyudin, Evert Ernest Mangindaan, Hidayat Nur Wahid, dan Oesman Sapta. Sementara Presiden Jokowi didampingi oleh Menko Polhukan Wiranto, Mensesneg Pratikno, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.