INDUSTRY.co.id - Toraja atau yang dikenal juga dengan Tana Toraja merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan. Toraja merupakan kawasan yang terkenal akan keeksotisan wilayah dan budaya, kepercayaan, aturan, serta ritual tradisi yang cukup kental. Bapak Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang pada hari Sabtu, 21 Januari 2017 terbang dari Jakarta ke Sulawesi Selatan, Toraja untuk melakukan peninjauan destinasi wisata di wilayah Toraja. Tak luput, Menteri Pariwisata Arief Yahya diikut sertakan dalam agenda tersebut.
Destinasi Toraja memang belum masuk dalam list 10 Bali Baru, atau 10 Top Destinasi Prioritas tetapi, Toraja sudah punya pamor di Eropa. Karena, keunikan budaya, heritage, arsitektur nusantara dan kopi-nya. Toraja sudah mendunia, dan aktif mengikuti ITB Berlin, travel market terbesar di dunia itu.
"Banyak Antropolog ternama dunia mengunjungi Toraja. Mereka mengagumi peninggalan kebudayaan megalitik, dan tradisi unik yang masih terpelihara baik sampai sekarang. Para Antropolog ini menulis keunggulan wisata budaya Toraja di media maupun journal ilmiah sehingga memiliki news value yang tinggi. Ini sekaligus ajang promosi yang sangat efektif" Ujar Menteri Pariwisata, Arief Yahya melalui siaran pers yang dikrim kepada INDUSTRY.co.id.
Seperti diketahui, ada banyak peninggalan situs sejarah pada zaman megalitikum di Toraja. Artefak itu merupakan world heritage, dan menjadikan Toraja sebagai destinasi heritage tourism kelas dunia.
Wapres akan mengadakan kunjugan kerja selama empat hari 21-23 Januari 2017 kemarin. Antara lain akan mengunjungi Pondok Pesantren Nadlatul Ulum di Maros Sulsel, obyek wisata Pango-Pango (agro wisata kopi dan landscape pemandangan alam) di Makale Selatan, Kabupaten Tana Toraja, obyek wisata Negeri di Atas Awan, di Kecataman Kapalapitu, Kabupten Toraja Utara, serta peringatan hari jadi Kabupaten Luwuk, Sulsel.
Arief Yahya mengatakan, ada banyak destinasi di tanah air yang bisa dikemas menjadi world class destination. Presiden Joko Widodo sendiri sudah menetapkan 10 top destinasi yang sedang dikebut, dengan membangun infrastruktur dan 3A-nya. Yakni Akses, Atraksi dan Amenitas. Akses merupakan salah satu problem besar di Toraja. Karena dari Makasar jalan darat masih 10-12 jam. Sementara standar dunia, jalan darat itu tidak boleh lebih dari dua jam. Lebih dari itu, wisatawan boring dan tidak mau datang lagi.
Sebab itu, akses yang ada akan menjadi poin yang penting dan utama dalam pengembangan destinasi wisata. Poin selanjutnya, adalah atraksi, keindahan dan keunggulan apa yang dimiliki oleh sebuah kawasan sehingga menjadi magnit bagi orang untuk datang.
“Saya percaya, atraksi Toraja sudah sangat kuat. Culturenya kuat, naturenya juga kuat. Daya tariknya sudah kuat. Saya tidak pernah ragu dengan atraksi Toraja,” lanjutnya.
Sambung Arief, "Akses ini selain darat juga air connectivity. Ada 3 A juga, Airlines, Airport dan Authority yang dalam hal ini Kementerian Perhubungan. Jika akses Jakarta-Selayar, Jakarta-Toraja dibuka, maka potensi wisata daerah itu bisa dieksplorasi,”
Amenitas, itu akan hidup, berkembang dan menantang investor menanamkan modal jika akses-nya bagus. Arief Yahya menjelaskan, dalam pengembangan destinasi pariwisata Explore South Sulawesi, akan dikembangkan wisata alam di Takanonerate Selayar, Taman Nasional Batimurung, lalu wisata budaya Toraja dan kebudayaan Bugis. Untuk unsur aksesibilatas antara lain dikembangkan dan ditingkatkan kualitas jalan menuju destinasi, peningkatan Bandara Buntu Kuni Toraja dan H. Aroeppala Selayar.
Menurut data 2014, Sulsel memiliki 927 kamar berkapasitas 16.192 unit kamar dengan rata-rata tingkat hunian kamar mencapai 46,09 persen untuk hotel berbintang dan 25,92 persen untuk hotel non berbintang. Tentu saat ini pasti lebih banyak lagi. Khusus destinasi Toraja jumlah hotel di sana ada 55 hotel bintang dan non-bintang masing-masing di Tana Toraja 16 hotel dan Toraja Utara 39 hotel.
Terhitung tahun 2015 tercatat jumlah kunjungann wisatawan ke Sulsel sebanyak 7,32 juta total, wisman dan wisnus. Ada 7,12 juta wisnus dan 191.773 wisman. Dari kunjungan wisatawan tersebut yang berkunjung ke Tana Toraja sebanyak 296.136 wisnus dan 34.685 wisman, sedangkan ke Toraja Utara sebanyak 286.669 wisnus dan 32.763 wisman dan keseluruhan wisatawan ke Sulsel maupun ke Toraja menunjukan peningkatan.