INDUSTRY.co.id - Jakarta-Diperkirakan IHSG akan berada di kisaran support 5890-5900 dan resisten 5923-5932.Kenaikan yang terjadi pada IHSG dapat dianggap kenaikan sementara yang perlu kembali diuji.
Analis Binaartha Institutional Research Reza Priyambada sentimen yang adapun juga belum sepenuhnya stabil untuk mengkonfirmasi adanya kenaikan lanjutan.
"Meski masih terdapat peluang pelemahan kembali namun, masih kembali diharapkan agar pelemahan dapat lebih terbatas dimana pelaku pasar dapat mengurangi kepanikan berlebihannya agar IHSG dapat mempertahankan momentum pembalikan arah naiknya. Namun demikian, tetap waspadaiterhadap sentimen-sentimen yang dapatmembuat IHSG kembali melemah," kata dia di Jakarta, Senin (30/4/2018).
Ia menyodorkan saham-saham-saham pilihan: BRPT BoW di kisaran 2360-2380. Support 2360-2400 Resisten 2480-2540. BBNI maintain buy selama dapat bertahan di atas 8000. Support 7875-8000 Resisten
SMBR trading buy selama dapat bertahan diatas 3920. Support 3880-3920 Resisten
Ia menyebutkan, laju IHSG di akhir perdagangan pekan kemarin mampu berada di zona hijau meski hanya mengalami kenaikan tipis. Adanya aksi beli kembali di akhir perdagangan mampu mengangkat IHSG setelah sepanjang perdagangan berada di zona merah.
Pelemahan IHSG sebesar 10,04 poin atau 0,17persen lebih rendah dibandingkan pelemahan sebelumnya yang turun 170,65 poin atau 2,81 persen. Pergerakan IHSG di bawah kisaran resisten 5925-5934.
Sejak awal perdagangan, laju IHSG belum mampu menyerap sentimen positif dari menghijaunya bursa saham AS dan Asia dimana aksi jual masih terjadi. Pelaku pasar masih mengkhawatirkan melemahnya laju Rupiah sehingga berita-berita positif dari para emiten tidak dihiraukan.
"Asing mencatatkan nett sell Rp 357,82 miliardari sebelumnya nett sell Rp 1,31 triliun," katanya.