INDUSTRY.co.id - Jakarta, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani menerangkan hubungan bilateral Indonesia - Hong Kong bisa mendukung percepatan pembangunan di Indonesia.
"Ada potensi besar bagi Hong Kong dalam pembangunan infrastruktur, di mana pemerintah tengah melakukan upaya percepatan infrastruktur fisik. Pariwisata dan kelautan juga merupakan prioritas lainnya dalam pengembangan infrastruktur. Ini langkah penting untuk mencapai tujuan kita bersama," papar Rosan Roeslani di Jakarta (26/4/2018).
Dia menjelaskan investor Hong Kong memiliki ketertarikan pada pembiayaan pembangunan infrastruktur. Bila kerjasama tersebut bisa direalisasikan maka akan berbuah manis bagi Indonesia sekaligus melanjutkan relasi ekonomi kedua pihak.
Terkait hubungan bilateral Indonesia-Hong Kong pada 2016, wilayah otonomi khusus China itu juga merupakan investor terbesar keempat di Tanah Air, yakni senilai US$ 2,2 miliar.
"Meskipun terdapat kesulitan dan tantangan dalam perekonomian global, China terus berjalan dengan prakarsa Belt and Road dalam empat tahun terakhir. Kadin percaya, itu akan memberikan keuntungan bersama," kata Rosan.
Indonesia, dalam pandangan Ketum Kadin, cukup terlambat dalam memanfaatkan kerjasama tersebut. Proyek dalam koridor Belt & Road Initiatives tersebut terbagi dalam tiga wilayah, yakni Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Bali. Nilai investasi totalnya mencapai US$ 51,93 juta.
Sementara itu, Chairman Hong Kong Trade Development Council (HKDTC) mengungkapkan bahwa pelaku usaha Hong Kong kerapkali meminta informasi seputar ruang investasi di Indonesia, pasca proyek kereta cepat. Yang hendak ditawarkan selain investasi modal adalah perpaduan pinjaman, keahlian profesional, kemampuan produksi.