INDUSTRY.co.id, Jakarta - Jajanan yang satu ini sudah tidak asing lagi bagi para penikmat kuliner di Indonesia, yaitu donat. Kuliner ini, sangat digemari oleh para kalangan mulai dari yang muda, hingga yang tua. Camilan manis ini, sangat populer menjadi teman untuk hanya sekedar meminum teh ataupun secangkir kopi di pagi atau sore hari.

Seiring berkembangnya beraneka ragam kuliner di Indonesia, donat sudah banyak mengalami perubahan, dan dimodifikasi menjadi camilan yang semakin digemari oleh semua kalangan. Mulai dari toping yang berupa cokelat butir, es krim atau lapisan gula.

Tetapi, pernahkan Kamu berpikir mengapa donat memiliki bentuk yang unik? yaitu berbentuk bulat namun di tengahnya terdapat lubang. Lalu mengapa donat yang dijual hingga saat ini bentuknya tidak pernah berubah. Ternyata, ada hal unik penyebab mengapa bentuk donat seperti itu.

Dikutip dari inuth, Kamis (26/4/2018), awalnya, donat disebut kue goreng karena seluruh bagian adonan berbahan tepung yang manis dan digoreng dalam minyak.

Dulu, donat tersedia dalam berbagai bentuk seperti panjang, bulat. Namun, ketika kue ini digoreng, bagian tengah adonan biasanya tetap mentah, sementara bagian lainnya tergoreng dengan penuh.

Karena ingin membuatnya lebih enak, seorang pelaut di pantai Amerika, Kapten Hanson Gregory mulai mengembangkan idenya dan mulai membuat inovasi membuat donat dengan lubang di tengahnya. Ketika Ia selesai berlayar, dan kembali ke rumah, Ia langsung memberitahukan kepada ibunya cara memasak donat seperti apa yang Ia pikirkan yaitu dengan membuat lubang di tengahnya.

Dan, ide tersebut berhasil dan Ia mulai membuat donat yang sama sebagai bekal untuk perjalanannya selanjutnya. Sejak saat itu pada 22 Juni 1847, digadang-gadang donat berlubang di tengah mulai populer.

Selain ide Kapten Hanson, ada cerita yang beredar yaitu Gregory yang juga seorang pelaut, Ia juga sangat menyukai donat. Karena di laut sering terjadi badai, bentuk donat yang tadinya bulat utuh, Ia tusukan ke dalam setir kapal dan membuat donat itu berlubang.