INDUSTRY.co.id - Jakarta- Dampak kebijakan Presiden AS Donald Trump, dinilai berisiko meningkatkan situasi ketidakpastian global.
Perubahan secara drastis, diyakini akan dilakukan sebagai antitesis kebijakan Barack Obama. Contohnya, rencana keluarnya AS dari kemitraan Trans Pacific Partenership (TPP), defisit fiskal yang akan diperlebar, program jaminan sosial Obamacare yang terancam dilikuidasi, serta kebijakan perdagangan.
Rencana Trump mengenakan tarif impor 45% terhadap produk dari Tiongkok, jelas mengancam ekspor Indonesia ke Tiongkok.
Untuk menangkal dampak negatif kebijakan Trump, pemerintah harus meningkatkan diplomasi agar AS tetap menempatkan Indonesia sebagai mitra strategis di peta politik luar negeri dan ekonomi.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani melalui siaran persnya di Jakarta (24/1/2017) mengatakan, iklim investasi di Indonesia akan terdampak. Pasalnya, Trump yang dikenal dengan nasionalismenya yang kuat, akan memproteksi perdagangan perusahaan AS dengan membatasi ekspor ke AS, sehingga perusahaan AS lebih diuntungkan. Jika hal itu dilakukan, tentunya bakal memengaruhi daya ekspor ke Amerika.
"Kalau lihat kebijakannya yang national interest itu pasti kepentingan nasionalnya tidak diragukan. Kami harapkan, kebijakan-kebijakannya tidak kontraproduktif terhadap perkembangan perdagangan atau investasi kepada dunia luar," ungkapnya
Resmi keluar dari Kemitraan Trans Pasifik
Sementara itu Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi menarik keikutsertaan negaranya dalam Kemitraan Trans Pasifik, Senin waktu setempat, sehingga resmi menjauhkan AS dari sekutu-sekutunya di Asia ketika saat bersamaan pengaruh China tengah meningkat di kawasan ini.
Memenuhi janji kampanyenya untuk mengakhiri keterlibatan Amerika dalam pakta perdagangan yang dibentuk pada 2015 itu, Trump menandatangani keputusan presiden atau executive order di Ruang Oval yang menarik keluar AS dari pakta TPP yang beranggotakan 12 negara itu.
Trump yang ingin menggairahkan lagi sektor manufaktur AS mengatakan dia akan memburu kesepakatan dagang bilateral dengan negara-negara di dunia yang dengan pola begini AS dapat menghancurkan setiap kesepakatan dagang dalam waktu 30 hari jika negara calon mitra dagang AS melanggar kesepakatan.
"Kita akan menghentikan kesepakatan dagang yang menggelikan yang membuat semua orang di negeri ini lari ke luar negeri dan membawa perusahaan-perusahaan ke luar dari negeri kita," kata Trump dalam pertemuan dengan para pemimpin serikat pekerja di Ruang Roosevelt, Gedung Putih.