INDUSTRY.co.id - Jakarta-Saat in IHSG masih terlihat sedang berusaha untuk dapat menggapai resistance level tujuan. Hari ini range IHSG 6171 - 6389.
William Surya Wijaya Vice President Research DepartmentPT Indosurya Bersinar Sekuritas mengatakan, IHSG berpotensi menguat karena kuarta l I-2018, banyak emiten melaporkan kondisi keuangannya.
"Sedangkan rilis kinerja emiten Q1 akan turut mewarnai pola gerak IHSG hingga beberapa waktu mendatang, hari ini IHSG berpotensi melaju naik. Ini ditunjang oleh masih kuatnya fundamental perekonomian, sedangkan pengaruh pergerakan global terlihat sudah agak mulai berkurang meskipun fluktuasi pergerakan market global masih terlihat cukup atraktif, demikian juga dengan nilai tukar rupiah masih berada dalam tekanan," kata dia di Jakarta, Rabu (26/4/2018).
Kemarin, IHSG (-1.24%) turun cukup signifikan -78.51 poin dilevel 6229.63 dimana sektor konsumer (-2.37%) menjadi dalang pelemahan dengan saham UNVR (-5.51%), KLBF (-3.93%) dan GGRM (-2.13%) turun cukup signifikan akibat beberapa outlook saham sektor konsumer pada kuartal pertama dibawah ekspektasi.
Nilai tukar rupiah melemah mendekati level 14rb diawal sesi perdagangan membuat BI melakukan intervensi hampir 100 poin pada hari ini hingga ditutup pada level 13889. Investor asing tercatat net sell 659.46 Miliar rupiah dengan saham BBRI, UNVR dan ASII menjadi top net sell value investor asing.
Ia mengharapkan investor dapat mencermati saham-saham pilihan berikut: WIKA, ADHI, WTON, BBNI, PWON, TLKM, HMSP, SMRA, SMCB, MYOR, BJTM