INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak variatif dan cenderung tertekan pada kisaran 5.220-5.315.
Dalam laporan riset, Selasa (24/01/2017), Lanjar Nafi, analis PT Reliance Securities, mengungkapkan, secara teknikal, IHSG pada hari ini akan cenderung mengalami konsolidasi setelah ditutup turun pada level 5.250 pada perdagangan Senin (23/01/2017).
Di akhir sesi perdagangan kemarin, demikian Lanjar, IHSG mengalami penurunan tipis 0,06% ke level 5.250. Pergerakan IHSG sempat bervariasi pada sesi pertama perdagangan kemarin.
Akan tetapi, aksi jual yang dilakukan investor mulai reda di sesi kedua. Para investor mulai memborong saham-saham sektor konsumsi dan pertambangan. Sebaliknya, saham-saham sektor properti malahan mengalami penurunan seraya menekan laju kenaikan IHSG. Indeks sektor properti kemarin ditutup turun 1,02%.
Menurut Lanjar, pertumbuhan pinjaman yang diperkirakan melambat 8,2% pada tahun ini dibandingkan tahun lalu menjadi sentimen negatif terhadap saham-saham properti pada perdagangan kemarin. Akibatnya, pergerakan IHSG hari ini masih berpeluang mengalami tekanan.
Karena itu, demikian Lanjar, para investor diharapkan dapat mempertimbangkan kembali empat saham yang kemarin mengalami kenaikan. Pasalnya, keempat saham tersebut sangat mungkin untuk mengalami penurunan pada hari ini.
Keempat saham yang dimaksud adalah saham-saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang meningkat Rp75 menjadi Rp5.525 per unit, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) yang berakhir naik Rp150 menjadi Rp14.775, PT Bank Jabar-Banten Tbk (BJBR) yang terangkat Rp70 menjadi Rp2.400 per unit dan saham PT Medco Energi International Tbk (MEDC) yang ditutup naik Rp65 menjadi Rp1.410 per unit.***