INDUSTRY.co.id - Jakarta-Peluang kenaikan IHSG saat ini masih terlihat cukup besar yang ditopang oleh sisi fundamental perekonomian kita yang cukup bagus. IHSG di level6171 - 6389.
"Terlihat dari data perekonomian terlansir, namun tantangan terhadap tekanan nilai tukar rupiah terhadap USD ditambah dengan sentimen pergerakan pasar global dan regional cukup memberikan pengaruh terhadap pola pikir investor jangka pendek, hari ini IHSG berpotensi menguat," kataWilliam Surya Wijaya Vice President Research Department PT Indosurya Bersinar Sekuritas di Jakarta, Senin (23/4/2018).
IHSG (-0.29%) ditutup turun diakhir pekan 18.21 poin dilevel 6337.69 dengan sektor aneka industri (-1.36%) dan Konsumen (-1.27%) memimpin pelemahan. Tingkat suku bunga dirilis tidak berubah 4.25% meningkatkan kekhawatiran pelemahan nilai tukar Rupiah seiring capital outflow yang cukup deras sejak prekonomian AS membaik cukup signifikan. USD/IDR ditutup pada level 13893 break out level psikologis 13800. Investor asing tercatat net sell 219.02 Miliar rupiah.
Ia menyodorkan saham-saham berikut: BBNI, BBCA, UNVR,