INDUSTRY.co.id - Jakarta-Pergerakan pasar obligasi masih dapat kembali berpotensi melemah seiring masih minimnya sentimen dari dalam negeri. Di sisi lain, antisipasi terhadap rilis suku bunga Bank Indonesia sehingga dapat membuat pasar obligasi tertahan.
"Kembali diharapkan pelemahan yang terjadi dapat terbatas agar sejumlah seri obligasi dapat kembali menemukan momentum kenaikannya. Cermati dan waspadai masih adanya berbagai sentimen yang dapat membuat laju pasar obligasi dapat kembali melemah," ujar Analis Binaartha Institutional Research Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (19/4/2018).
Ia katakan, pergerakan pasar obligasi dalam negeri kembali mengalami pelemahan seiring pergerakan Rupiah yang kembali melemah. Di sisi lain, pergerakan imbal hasil obligasi AS yang kembali meningkat turut menahan pergerakan pasar obligasi dalam negeri. Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata naik 2,43 bps; tenor menengah (5-7 tahun) naik 3,70 bps; dan panjang (8-30 tahun) naik 2,59 bps.
Laju pasar obligasi lanjut dia, cenderung kembali variatif melemah. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo ±10 tahun dengan harga 98,25% memiliki imbal hasil 6,03% atau naik 0,05 bps dari sebelumnya di harga 98,48% memiliki imbal hasil 5,97%. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo ±20 tahun dengan harga 102,20% memiliki imbal hasil 7,29 atau naik 0,42 bps dari sehari sebelumnya di harga 102,30% memiliki imbal hasil 6,87%.
Pada Rabu (18/4), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price turun -0,13 bps di level 117,96 dari sebelumnya di level 118,12. Sementara itu, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price turun -0,08 bps di level 109,23 dari sebelumnya di level 109,33. Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 6,649% dari sebelumnya di level 6,65% dan US Govn’t bond 10Yr di level 2,88% dari sebelumnya di level 2,83% sehingga spread di level kisaran 377,4 bps lebih tinggi dari sebelumnya 381,9 bps.
Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya kembali bergerak naik. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak naik di kisaran level 8,26%-8,36%.
"Lalu, obligasi korporasi dengan rating AA untuk tenor 9-10 tahun, imbal hasilnya di kisaran level 9,00%-9,02%. Untuk imbal hasil pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,02%-10,04%, dan pada rating BBB di kisaran 12,96%-13,00%," katanya.