INDUSTRY.co.id - Jakarta-Diperkirakan IHSG akan bergerak cenderung kembali tertekan terbatas dengan rentan pergerakan 6200-6300. 

Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas Indonesia menyodorkan saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya JPFA, SMGR, TLKM, SMBR.

"Pergerakan IHSG kembali terkonsolidasi tertahan pada resistance MA5 dengan indikator Stochastic bergerak bearish meninggalkan area jenuh beli dengan momentum flat pada middle oscillator. Indikasi pergerakan tertekan menguji support masih terus menghantui melihat level support MA20 yang berada dekat tarpaut 20 poin," ujar dia di Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Mayoritas ekuitas di Asia terkonsolidasi negatif hingga tertekan. Indeks Nikkei (+0.06%), TOPIX (-0.36%), Hangseng (-0.83%), CSI (-1.58%) dan KOSPI (-0.15%) ditutup pada zona negatif. Investor mencerna kembali intervensi terbaru Trum dipasar mata uang seiring ketegangan geopolitik terus meningkat. Data produksi industri rilis di bawah ekspektasi pada bulan Maret bahkan ketika penjualan ritel datang lebih kuat dari yang diperkirakan.

IHSG (-0.02%) ditutup melemah tipis 0.99 poin dilevel 6285.76 setelah sebelumnya sempat menguat pada sesi pertama. Indeks sektor komoditas seperti pertanian (+1.3%) dan Pertambangan (+0.99%) menjadi penahan pelemahan disaat mayoritas bursa di Asia tertekan. Investor asing pun tercatat kembali melakukan aksi jual 740.29 Miliar rupiah setelah pelemahan mata uang Rupiah yang mendekati level 13800.

Bursa saham di Eropa bergerak berkontraksi dengan menguat. Indeks Eurostoxx (+0.68%), FTSE (+0.33%), DAX (+0.85%) dan CAC (+0.49%) menguat cukup optimis diawal sesi perdagangan. Euro menguat setelah anggota dewan eksekutif Bank Sentral Eropa memukul catatan bullish selama pidato di Madrid. Sentimen selanjutnya investor akan memantau data penjualan mobil dalam negeri hasil pertemuan Trump dengan Shinzo Abe tentang pembahasan Korea Utara dan Perdagangan.