Menteri Pertanian Siapkan “Road Map” 20 Juta Hektar Lahan Kering dan Rawa untuk Pertanian

Oleh : Wiyanto | Selasa, 17 April 2018 - 14:37 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Bogor (Dok: Industry)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Bogor (Dok: Industry)

INDUSTRY.co.id - Bogor-Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyiapkan 20 juta hektar lahan kering dan rawa sebagai solusi permanen mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional di Indonesia, lahan tersebut diyakini memiliki potensi strategis untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian produktif sebagai sumber pertumbuhan baru produksi pertanian.

Ditengah kenaikan jumlah penduduk dari tahun 2014-2018 yang mencapai 12,8 juta jiwa, Amran menyakini optimalisasi sumberdaya lahan kering dan rawa menjadi lahan pertanian, merupakan strategi kunci meningkatkan produksi pertanian dalam pemenuhan pangan penduduk Indonesia yang jumlahnya saat ini mencapai 265 juta dan akan terus meningkat setiap tahunnya.

“kita meletakan pondasi dari sekarang, kita siapkan untuk generasi kita kedepan, bahkan kita masih mampu menghidupi penduduk Indonesia yang nantinya bisa mencapai 500 juta hingga 1 Milyar” ungkap Amran dalam rapat Rapat Koordinasi Litbang Pertanian terkait Pengembangan Lahan Kering dan Rawa di Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSLP) Bogor.

Bahkan strategi pemanfaatan lahan suboptimal dianggap mampu mendukung program pengentasan kemiskinan yang menjadi program prioritas pemerintahan Jokowi – JK saat ini “yang bisa menyelesaikan kemiskinan Indonesia adalah pertanian, optimalisasi 20 jt Ha lahan rawa dan lahan kering juga akan berdampak kepada peningkatan pendapatan petani” papar Amran.

Peningkatan produksi pangan nasional selama ini masih bertumpu pada lahan sawah irigasi, sedangkan lahan suboptimal seperti lahan rawa dan kering belum termanfaatkan secara maksimal, untuk itu Amran menugaskan kepada para peneliti di Litbang Pertanian agar dalam waktu satu minggu ini membuat peta jalan optimalisasi lahan kering dan rawa sebagai acuan bersama dalam pengelolaan lahan tersebut di Indonesia.

Upaya mengoptimalkan potensi lahan kering dan rawa memerlukan inovasi tekhnologi yang spesifik, dengan memanfaatkan keunggulan komparatif suatu wilayah dan manajemen air yang tepat, Amran optimis target capaian produksi komoditas pangan strategis akan terwujud. Lahan kering itu kekurangan air sedangkan lahan rawa kelebihan air. Mentan yakin dengan pengelolaan air yang tepat maka lahan kering dan rawa yang selama ini "tidur" akan bangkit menjadi lahan produktif.

Contoh yang mengembirakan datang dari Petani Desa Gunung Raja, Kabupaten Tanah Laut dengan menerapkan pola tanam “zig zag” diikuti dengan penggunaan pupuk fosfat alam serta teknologi yang tepat petani jagung diwilayah tersebut mampu memproduksi 20 ton jagung perhektar atau setara tiga kali lipat hasil rata – rata petani, cara tesebut juga diikuti diberbagai wilayah lainnya seperti Lampung dan Kalimantan Tengah.

Dikesempatan yang sama, Kepala BBSLP, Dedi Nursyamsi menambahkan bahwa total lahan rawa pasang surut yang berpotensi menjadi lahan pertanian adalah 3,5 jt hektar, sedangkan lahan rawa lebak sebesar 15 jt hektar, dan untuk lahan kering yang berpotensi untuk menjadi lahan produktif adalah 24 jt hektar, lahan tersebut tersebar di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan dan Lampung.

“peningkatan produksi difokuskan untuk komoditas strategis pemasok pangan seperti padi, jagung dan kedelei, juga komoditas penstabil inflasi hingga komoditas berorientasi ekspor seperti lada dan cengkeh” tutup dedi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sekjen Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono saat memberikan penghargaan industri hijau (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 16 Desember 2019 - 13:02 WIB

Penerapan Industri Hijau Mampu Hemat Energi Sebesar Rp 3,49 Triliun

Berdasarkan data self asessment industri tahun 2018, dapat dihitung penghematan energi sebesar Rp 3,49 triliun dan penghematan air sebesar Rp 228,9 miliar.

(kiri) Direktur Bisnis Komersil BRIsyariah Kokok Alun Akbar

Senin, 16 Desember 2019 - 12:45 WIB

BRI Syariah Tingkatkan Potensi Bisnis Muhammadiyah

Jakarta--- BRIsyariah menandatangani nota kesepahaman bersama PP Muhammadiyah pada 16 Desember 2019. Penandatanganan tersebut dilakukan di Jakarta. Nota kesepahaman ditandatangani oleh Direktur…

Bluebird Group Gandeng HMD Global Hadirkan Pengalaman Mobile Bagi Pengemudi dan Konsumen

Senin, 16 Desember 2019 - 11:34 WIB

Bluebird Group Gandeng HMD Global Hadirkan Pengalaman Mobile Bagi Pengemudi dan Konsumen

Sebagai bagian dari kemitraan ini, Bluebird Group akan mendapatkan harga khusus untuk sejumlah tipe smartphone Nokia guna memastikan para pengemudi mendapatkan teknologi yang mereka perlukan…

Toni EB Subari, Direktur Utama Mandiri Syariah bersama Muhammadiyah

Senin, 16 Desember 2019 - 10:56 WIB

Mandiri Syariah Salurkan Pembiayaan Senilai Rp1,5 Triliun ke Muhammadiyah

Jakarta-PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) perkuat kerja sama dengan Muhammadiyah melalui penyediaan fasilitas pembiayaan senilai total Rp1,5 triliun.

Oppo F11 Pro

Senin, 16 Desember 2019 - 10:18 WIB

Gandeng OkeShop dan Global Teleshop, OPPO Buka 6 Gerai Dengan Konsep Baru di 3 Kota

Dipenghujung tahun 2019, OPPO kian agresif mendekatkan diri kepada konsumenya dengan menggandeng OkeShop dan Global Teleshop untuk menghadirkan toko konsep baru yang dibuka secara serentak pada12…