INDUSTRY.co.id - Jakarta-Diperkirakan IHSG masih akan bergerak terkonsolidasi negatif tertahan dengan rentan 6241-6310. Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya SMGR, TLKM, INAF, MEDC, SMBR.

"Pergerakan IHSG secara teknikal terkonsolidasi setelah pulled back resistance upper bollinger bands dan Kali ini terlihat terkonsolidasi tertahan diatas level MA20. Meskipun demikian indikator Stochastic masih memberikan indikasi bearish secara pergerakan meskipun dengan momentum yang cukup rendah pada indikator RSI," kata analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Ia katakan, mengawali pekan mayoritas indeks saham di Asia ditutup bervariasi dengan Indeks Nikkei (+0.26%), TOPIX (+0.40%) dan KOSPI (+0.10%) ditutup menguat sedangkan Indeks HangSeng (-1.60%) dan CSI (-1.61%) ditutup melemah. Harga minyak jatuh karena antisipasi serangan rudal di Suriah. Nilai tukar yen naik karena jejak pendapat menunjukan dukungan yang lebih lemah untuk Shinz Abe.

Kemarin, IHSG (+0.26%) ditutup menguat 16.42 poin dilevel 6286.75 seiring penguatan pada sektor Konsumer (+0.97%) dan Aneka Industry (+0.91%) dengan saham UNVR (+2.64%), AISA (+2.44%), IMAS (+10.71%) dan ASII (+1%) menguat memimpin penguatan. Investor Asing pun tercatat net sell 551.16 Miliar rupiah dengan saham BBCA menjadi yang teramai mengalami aksi jual investor asing. Data Eksport yang rilis diatas ekspektasi dan Import yang jauh dibawah ekspektasi mampu membuat kembali Neraca perdagangan Indonesia Surplus $1.09 Miliar sehingga faktor ini yang mampu menahan aksi jual investor di tengah terkonsolidasi negatifnya bursa global dan Asia diawal pekan.

"Indeks Eurostoxx (+0.08%), FTSE (-0.38%) dan DAX (+0.17%) dibuka terkonsolidasi mengikuti indeks saham di Asia. Investor kembali menimbang tegangan militer di Suriah. Sentimen selanjutnya yang akan menjadi fokus investor diantaranya Data penjualan ritel, Pertumbuhan produk industri dan GDP di China," katanya.