INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tampaknya masih rentan mengalami aksi ambil untung (profit taking) yang dilakukan sebagian pelaku pasar setelah pada akhir pekan lalu turun 0,64% ke posisi 6.270.
“Walaupun secara harian di level terendah, IHSG terlihat masih ada kemungkinan kembali menguat. Akan tetapi, IHSG pada perdagangan hari ini rawan terkena aksi ambil untung,” ujar Yuganur Wijanarko, analis PT KGI Sekuritas Indonesia, di Indonesia, Senin (16/04/2018).
Karena itu, demikian Yuganur, pergerakan IHSG secara umum pada perdagangan hari ini akan berkonsolidasi dan cenderung mengalami tren penurunan pada kisaran 6.270-6.450.
“Dengan adanya potensi tren penurunan pada perdagangan hari ini, maka hal itu dapat dimanfaatkan pelaku pasar untuk mengakumulasi saham-saham pilihan mereka pada peradagangan hari ini,” papar Yuganur.
Yuganur merekomendasikan BELI terhadap saham-saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT).
Yuganur mengemukakan, BBRI dan SMRA masing-masing berpotensi akan terkena profit taking di kisaran Rp3.850-3.950 per unit dan Rp1.150-1.250 per unit. Karena itu, BBRI dapat diakumulasi pada harga Rp3.510-3.420 per unit dan SMRA di kisaran Rp985-975 per unit.
“Akan tetapi, jika harga BBRI sudah mencapai Rp3.350 dan SMRA di harga Rp965, maka kedua saham tersebut hendaknya dijual kembali ke pasar agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi,” ungkap Yuganur.
Sementara itu, Yuganur juga menyarankan untuk mengkoleksi INCO pada rentang Rp3.120-2.980 per unit dan WSKT di kisaran Rp2.420-2.320 per unit. Pasalnya, INCO berpotensi terkena profit taking di kisaran Rp3.420-3.630 per unit dan WSKT pada rentang harga Rp2.720-2.820 per unit.
“Meski demikian, jika harga INCO sudah mencapai Rp2.890 dan WSKT di posisi harga Rp2.270, maka kedua saham tersebut harus dihindari karena berpotensi akan menimbulkan kerugian yang lebih dalam lagi jika dikoleksi,” pungkas Yuganur. (Abraham Sihombing)