INDUSTRY.co.id - Jakarta-Diperkirakan IHSG akan berada di kisaran support 6243-6258 dan resisten 6291-6311. Diperkirakan IHSG bergerak melemah.
Analis Binaartha Institutional Research Reza Priyambada mengatakan, kembali turunnya IHSG menunjukan ketidakmampuan IHSG dalam menyerap adanya sentimen positif dari dalam negeri dimana pelaku pasar masih panik berlebihan.
"Diharapkan aksi jual dapat berkurang untuk menjaga IHSG tidak melemah lebih dalam. Posisi IHSG di area oversold memiliki potensi rebound sepanjang tidak dimanfaatkan oleh adanya aksi jual masif. Tetap waspadai terhadap sentimen-sentimen yang dapat membuat IHSG melemah lebih lanjut." katanya di Jakarta, Senin (16/4/2018).
Ia menyodorkan saham-saham pilihan: BBNI trading buy selama dapat bertahan di atas 8775. Support 8725-8775 Resisten 8950-8975. UNVR BoW di kisaran 49975-50000. Support 49975-50075 Resisten 50350-50450. WOOD trading buy selama dapat bertahan di atas 326. Support 320-326 Resisten 336-340. ELSA trading sell jika 484 gagal bertahan. Support 480-484 Resisten 492-496. BRPT trading buy selama dapat bertahan di atas 2520. Support 2490-2520 Resisten 2580-2610.
Kemarin, _Pelemahan IHSG sebesar 40,48 poin atau 0,64 persen berada di atas pelemahan sebelumnya yang turun 50,13 poin atau 0,79 persen. Pergerakan IHSG berada di kisaran target area support 6285-6296.
Aksi jual kembali menerpa IHSG dimana cenderung melemah dan bergerak anomali dibandingkan pergerakan bursa saham Asia yang cenderung menguat dengan sentimen meredanya ketegangan perang dagang AS-Tiongkok. Aksi jual kembali terjadi sehingga membuat laju IHSG kembali melanjutkan pelemahannya. Padahal terdapat sentimen positif dimana Moody's menaikkan Sovereign Credit Rating (SCR) Republik Indonesia dari Baa3/Outlook Positif menjadi Baa2/Outlook Stabil. Kembali tertahannya Rupiah dan masih adanya aksi jual asing membuat laju IHSG cenderung melemah.