INDUSTRY.co.id - Jakarta - Musim mudik lebaran tahun ini PT Kerata Api Indonesia (Persero) menyiapkan sebanyak 23.752 kursi tambahan yang akan mulai di jual pada 16 April 2018 ini.
Bagi masyarakat yang sudah menanti untuk membeli tiket kereta api tambahan lebaran 2018, PT KAI (Persero) memberikan berbagai tips agar calon penumpang berhasil mendapatkan tiketnya.
Direktur Utama PT Kerata Api Indonesia (Persero), Edi Sukmoro, menuturkan pertama-tama, calon penumpang harus mengusahakan koneksi internet stabil selama proses pencarian tiket.
Kemudian, cari alternatif tanggal atau rute KA, karena KA tambahan Lebaran 2018 akan dirilis bersamaan, misalnya berangkat dari Bandung atau stasiun di kota lainnya.
"Calon penumpang juga bisa mencari alternatif tiket terusan. Misalnya, jika ingin menuju Semarang, dapat memesan tiket dengan rute Stasiun Pasarsenen-Stasiun Tegal untuk kemudian meneruskan dengan KA rute Tegal-Semarang," kata Edi, dalam jumpa pers di Stasiun Gambir, Jakarta, Jumat (13/4/2018) lalu.
Menurut dia, trafik akan sangat penuh pada menit-menit pertama tiket dirilis. Oleh karena itu, cobalah untuk melakukan pemesanan tiket pada pukul 01.00 wib.
"Pada beberapa kasus, beberapa pelanggan berhasil memesan tiket pada menit-menit awal, namun tidak segera melakukan pembayaran maksimal satu jam setelah pemesanan sehingga tiket hangus dan kembali available," ujarnya.
Selain itu, ia mengimbau agar calon penumpang dalam melakukan cek berkala di situs penjualan atau contact center. Sebab, jika ada yang batal atau belum bayar setelah satu jam maka tiket tersebut akan muncul kembali.
"Bantu kami untuk memberitakan kepada masyarakat agar menghindari pembelian tiket palsu, tolong sosialisasikan perlintasan sebidang, serta informasikan ada titik-titik rawan longsong, banjir dan ambles yang telah kami awasi," jelasnya.
Selain itu, KAI memperbesar kapasitas bandwidth dari 150 MB menjadi 400 MB untuk kelancaran akses pemesanan tiket. KAI juga memperkuat sistem keamanan dengan meng-upgrade sistem firewall untuk meminimalisasi risiko adanya gangguan sistem IT serta mengoptimalkan server-server penjualan tiket KA.