INDUSTRY.co.id, Lumajang - Terkenal dengan keeksotisannya, Ranu Kumbolo menjadi salah satu tempat persinggahan para pendaki sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak Gunung Semeru. Warna biru dari danau, hijaunya pepohonan dan suasana sejuk seakan menghipnotis para pendaki dan berniat untuk bermalam di bibir Ranu Kumbolo.

Advertisement

Namun, semakin populernya Ranu Kumbolo dikalangan masyarakat, kini banyak yang tidak memperhatikan bahwa Ranu Kumbolo perlu dirawat dan dijaga keasirannya oleh para pendaki. Oleh karena itu, Sukayo dari Sahabat Volunteer Semeru TNBTS menyampaikan hal apa saja yang perlu diperhatikan saat berkemah atau bermalam di Ranu Kumbolo.

1. Tempat mendirikan tenda

Advertisement

Sukaryo mengatakan ada dua tempat untuk mendirikan tenda, yaitu di savana dekat pos empat dan di balik bukit Ranu Kumbolo. Ia juga menghimbau untuk jangan mendirikan tenda di luar camping ground.

"Di sana, ada kain yang diikat kain putih yang disakralkan oleh penduduk," katanya kepada para calon pendaki Sabtu lalu.

Advertisement

2. Batasan mendirikan tenda

Batasan mendirikn tenda yaitu 10 hingga 15 meter dari bibir danau, hal ini menurutnya untuk mencegah pencemaran pada danau. Karena, ditakukan para pendaki melakukan berbagai aktivitas lainnya di sana.

Advertisement

3. Menggunakan air danau

Para pendaki dihimbau jika melakukan aktivitas seperti memasak, berwudhu, mandi ataupun buang air, gunakanlah air danau dengan cara mengambilnya dengan botol kosong. Jika ingin mandi ataupun buang air dan mandi, bisa mengambil air dari danau, lalu menggali tanah dan lakukanlah aktivitas tersebut di sana.

Disarankan, jangan mencuci alat masak di danau, sama seperti aktivitas lainnya para pendaki dihimbau untuk menggunakan botol untuk mengambil air lalu lakukan aktivitas di luar tenda.

Tetapi, tidak boleh membawa tisu basah, karena tisu basah susah terurai. Sebagai gantinya, tisu kering yang dibasahi.

4. Aturan tidak membuat api unggun

Karena suhu ekstrem, membuat para pendaki membutuhkan kehangatan misalnya membuat api unggun. Di Ranu Kumbolo, membuat api unggun sangat tidak dianjurkan. Karena, menurut Sukaryo kayu di sana semakin habis dan dapat mengakibatkan kebakaran hutan.

5. Tersedia toilet

Bagi Kamu yang tidak biasa mandi atau buang air di semak-semak, di Ranu Kumbolo sudah disediakan toilet basah.

6. Tidak boleh membawa pulang bunga Verbena Brasiliensis

Letak bunga Verbena Brasiliensis di Oro Oro Ombo letaknya ada di bawah setelah Tanjakan Cinta atau Bukit Cinta, dulu masih boleh dipetik. Tetapi, saat ini Sukaryo mengatakan bahwa banyak pendaki yang membawa pulang dan bunganya berjatuhan ke tanah, dan membuatnya tumbuh kembali. Karena, bunga Verbena brasiliensis, merupakan hama dan mematikan tanaman di sekitarnya.

7. Jangan lupa membawa sampah kembali

Kebersihan alam sangat diprioritaskan di Ranu Kumbolo, Sukaryo mengakatan jika tidak membawa sampah kembali dari atas akan diberi sanksi bahkan akan masuk daftar blacklist dalam bentuk tidak boleh datang lagi ke Gunung Semeru untuk beberapa tahun ke depan ataupun selamanya.