INDUSTRY.co.id - Jakarta-Diperkirakan IHSG akan bergerak menguat terbatas dengan rentan pergerakan 6283-6375. Lirik enam saham oleh para investor.
Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas Indonesia menyodorkan saham-saham yang masih dapat menjadi perhatian diantaranya SMGR, SMRA, ASGR, ELSA, ANTM, BRPT.
"Secara teknikal IHSG terlihat pulled back resistance dan target wedge pattern dengan indikator Stochastic memberikan signal dead-cross meskipun dengan momentum RSI yang belum overbought. Meskipun demikian pergerakan IHSG seakan tertahan pada support MA5 pada jangka pendek dengan indikasi mencoba menguat diperdagangan selanjutnya,".kata dia di Jakarta, Jumat (13/4/2018).
Mayoritas indeks saham di Asia ditutup melemah. Indeks Nikkei (-0.12%), TOPIX (-0.39%), HangSeng (-0.21%), CSI (-1.01%) dan KOSPI (-0.06%) terimbas ketegangan antara Agresi Militer di Suriah dan Tolak ukur inflasi di AS melesat ke level tertinggi dalam setahun hingga kekhawatiran capital out flow yang kian deras.
Kemarin, IHSG (-0.79%) turun sebesar 50.13 poin dilevel 6310.80 dengan sektor Aneka Industri (-2.30%) terkoreksi setelah menguat menjadi pendorong penguatan IHSG di perdagangan sebelumnya. Saham TLKM (-3.1%), HMSP (-2.2%) dan ASII (-2.8%) menjadi penekan Indeks. Investor asing kembali terpantau melakukan aksi jual cukup deras pada hari ini sebesar 752.13 Miliar rupiah sehingga total aksi jual investor asing selama tahun ini membengkak hampir 26 Triliun rupiah. Kekhwatiran mengenai pertumbuhan yang signifikan pada ekonomi terbesar di dunia dan konflik geopolitik di Asia menjadi faktor utama. Selain itu World Bank merilis perkiraan pertumbuhan GDP Indonesia dilevel 5.3% yang lebih rendah dari ekspektasi rata-rata sebelumnya 5.4%.
Bursa saham di Eropa terlihat rebound disesi pertama setelah di buka melemah mengikuti bursa saham di Asia. Komentar Trump yang mengisyaratkan bahwa tindakan militer AS ke Suriah mungkin tidak akan terjadi segera mampu mengurangi khawatiran investor hingga USD menguat. Sentimen selanjutnya diakhir pekan investor akan memperhatikan data ekonomi di China diantaranya Neraca perdagangan, komposisi eksport import, tingkat pinjaman baru. Sentimen dari dalam negeri sendiri, Data penjualan motor dan pertumbuhan pinjaman menjadi fokus utama.