INDUSTRY.co.id - Jakarta-Diperkirakan IHSG akan berada di kisaran support 6285-6296 dan resisten 6325-6356. Harapan untuk tidak terjadi pelemahan tampaknya belum dapat terwujud dimana pelaku pasar kembali panik berlebihan dalam menanggapi imbas dari komentar Presiden Trump dalam Twitter-nya.

"Di sisi lain, pelaku pasar juga memanfaatkan kenaikan sebelumnya untuk kembali profit taking. Diharapkan pelemahan dapat lebih terbatas untuk menahan pelemahan lebih lanjut. Tetap waspadai terhadap sentimen-sentimen yang dapat membuat IHSG melemah lebih lanjut," ujar dia di Jakarta, Jumat (13/4/2018).

Ia menyodorkan saham--saham pilihan: TBIG trading buy selama dapat bertahan di atas 5700. Support 5650-5700 Resisten 5850-5900. ANTM trading sell jika 850 gagal bertahan. Support 845-850 Resisten 885-895. BBNI trading buy selama dapat bertahan di atas 8575. Support 8500-8575 Resisten 8725-8850. ASII trading sell jika 7675 gagal bertahan. Support 7600-7675 Resisten 7850-7900.
INKP maintain buy selama dapat bertahan di atas 12075. Support 11975-12075 Resisten 12350-12475

Kemarin, pelemahan IHSG sebesar 50,13 poin atau 0,79 persen berada di bawah penguatan sebelumnya yang naik 35,11 poin atau 0,56 persen. Pergerakan IHSG di bawah kisaran target area support 6319-6325.

Adanya sentimen positif dari laporan Bank Dunia terhadap potensi bertumbuhnya ekonomi Asia Timur dan Pasifik dimana Indonesia termasuk negara yang diproyeksikan akan mengalami peningkatan pertumbuhan di tahun ini, tidak juga dapat menghalangi aksi jual masif pelaku pasar.

Aksi jual kembali muncul setelah terimbas pelemahan bursa saham global yang merespon negatif pernyataan Trump dalam Twitter-nya terkait ejekan maupun sindiran ke Rusia terhadap Suriah. Di sisi lain, dari dalam negeri juga terdapat sentimen yang menahan potensi kenaikan IHSG a.l rilis Survey Bank Indonesia yang mengatakan Pada kuartal I 2018, sektor konstruksi berada di level minus 0,52. Padahal di kuartal IV 2017, konstruksi tumbuh di level 0,03. Sementara pada kuartal I 2017, konstruksi turun 0,35. Konstruksi yang menurun ini berbanding terbalik dengan pemerintah yang gencar melakukan pembangunan infrastruktur. Penurunan sektor ini diikuti beberapa sektor lainnya.

Asing mencatatkan nett sell Rp 752,11 miliar dari sebelumnya  nett buy Rp 120,83 miliar.