INDUSTRY.co.id -Jakarta-Diperkirakan IHSG cenderung bergerak mendatar hingga terkoreksi dengan rentan pergerakan 6280-6370.Cermati saham-saham pilihan yang dapat dilirik investor.
Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas menyodorkan, saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya AKRA, JSMR, SMGR, SMRA, BRPT, ELSA.
"IHSG bergerak pada level resistance dari target pola wedge dan upper bollinger bands mendekati resistance MA50. pergerakan bullish yang belum cukup signifikan ini membawa indikator Stochastic berada pada area jenuh beli meskipun indikator RSI masih cukup murah pada middle oscillator seakan memberi signal pergerakan yang cenderung terkonsolidasi akan di alami IHSG ditengah pekan," kata dia di Jakarta, Kamis (12/4/2018).
Indeks saham di Asia ditutup mixed dengan pelemahan dialami oleh bursa saham Jepang dan korea selatan sedangkan penguatan terjadi pada bursa saham China. Indeks Nikkei (-0.49%), TOPIX (-0.38%) dan KOSPI (-0.27%) turun sedangkan Hangseng (+0.55%) dan CSI (+0.28%) menguat. Gubernur PBOC Yi Gang menawarkan rincian lebih lanjut tentang komitmen untuk membuka ekonomi terbesar kedua di dunia dengan pelonggaran lebih lanjut pada proteksionis tarif AS.
IHSG (+0.55%) ditutup menguat 35.11 poin dilevel 6360.93 dengan sektor aneka industry (+1.28%) dan Industri dasar (+1.13%) memimpin penguatan. Saham ASII (+1.6%) dan INTP (+5.03%) menjadi leader. Beberapa langkah pemerintah yang dinilai cukup optimis diantaranya menargetkan pengurangan defisit anggaran dengan target penerimaan negara dinaikan menjadi 7.6%-13% untuk tahun depan. Investor asing masih tercatat net sell 120.83 Miliar rupiah dengan saham PTBA, ADRO dan HMSP yang menjadi top net sell value investor asing.
Bursa saham di Eropa dibuka terkoreksi. Indeks Eurostoxx (-0.52%), FTSE (-0.26%) dan DAX (-0.67%) setelah bursa asia mengimbangi pelonggaran kebijakan di China dari ketegangan trade war terhadap aksi militer AS di Suriah. Minyak mentah WTI tergelincir tetapi bertahan di atas $65 per barel menanti data persediaan minyak di AS. Investor selanjutnya akan terfokus pada data produksi di Eropa dan data tingkat pekerja di AS.