INDUSTRY.co.id - Jakarta- Diperkirakan IHSG akan melanjutkan penguatan pada perdagangan selanjutnya dengan rentan 6280-6377.

Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas Indonesia menyodorkan saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya AKRA, BBNI, SMGR, SMRA, BRPT, ELSA, LPCK, BBTN, ADHI.

"Secara teknikal pergerakan IHSG berhasil break out resistance MA20 dan pola wedge dengan indikasi melanjutkan penguatan hingga target pola di level 6377 hingga MA50 dilevel 6440. Indikator stochastic terkonsolidasi positif menuju area overbought dengan momentum bullish indikator RSI yang perlahan optimis," ujar dia di Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Mayoritas indeks saham di Asia kembali mengalami penguatan. Indeks Nikkei (+0.54%), TOPIX (+0.35%), HangSeng (+1.65%), CSI (+1.93%) dan KOSPI (+0.27%) menguat cukup optimis. Nada damai pada perdagangan antara AS dan China yang terlontar selama pidato oleh Xi Jinping menjadi faktor optimis investor pada prospek trade war yang sedang menjadi polemik.

IHSG (+1.27%) menguat 79.69 poin kelevel 6325.82 dengan sektor keuangan (+1.85%) menguat seiring saham BBCA (+2.31%), BJTM (+2.27%) dan BBRI (+1.42%) memimpin pergerakan pengutan saham perbankkan. Optimisme pertumbuhan pinjaman menjadi salah satu faktor pendorong. Meskipun demikian investor asing tercatat net sell 179.01 Miliar rupiah dengan saham SMGR. ASII dan INDF yang menjadi top value net sell investor asing.

Bursa saham di Eropa dibuka menguat optimis. Indeks Eurostoxx (+0.69%), FTSE (+0.46%) dan DAX (+1.05%) dibuka menguat signifikan. Dengan komentar-komentar Xi yang nampaknya menunjuk pada pendekatan yang kurang agresif dari Cina dan Presiden AS Donald Trump yang menyuarakan langkah lebih damai meredakan kekhawatiran investor mengenai trade war akhir-akhr ini. Sentimen data ekonomi selanjutnya investor akan terfokus pada data inflasi dan indeks harga produksi hingga pinjama baru di China disaat menanti data tingkat inflasi dan persediaan minyak di AS malamnya yang diwarnai laporan hasil FOMC.