INDUSTRY.co.id - Purwokerto-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong BUMDes Langgongsari, Banyumas, Purwokerto, melakukan usaha yang sesuai dengan potensi dan kearifan lokal.
Kepala Desa Langgongsari Rasim mengatakan, BUMDes Kabul Ciptaku mempunyai tiga usaha Tirtanala, agrowisata dan panti pijat.
"Kemudian untuk unit usaha yang akan dikembangkan dan menjadi target di tahun 2019 yaitu:Unit Perdagangan umum,Bank Kredit Desa, Unit Usaha Air Bersih Tirtanala," kata dia di Purwokerto, Jumat (6/4/2018).
Ia katakan, unit Usaha ini bertujuan untuk memenuhi pelayanan bidang air bersih. Karena Langgongsari merupakan salah satu desa yang minim air bersih. Sampai saat ini baru mengaliri -+ 600 KK dari 2357 KK.
Setelah BUMDes Langgongsari dapat berjalan lancar dan menambah kesejahteraan bagi masyarakat Langgongsari, Rencana Ekspansi kedepan yaitu akan mengadakan transmigrasi BUMDes ke luar Jawa yang akan membawa tenaga kerja lokal yang ada di desa Langgongsari maupun desa lain agar dapat mendapat lapangan pekerjakan yang lebih layak dengan sasarn usaha pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.
Dengan adanya BUMDes KABUL CIPTAKU, hal yang paling dirasakan oleh masyarakat adalah adanya lapangan perkerjaan baru bagi masyarakat. Kemudian dengan adanya Ruko (rumah toko) yang dibangun di sekitar lokasi Agrowisata, telah meningkatkan roda ekonomi masyarakat Langgongsari. Tidak hanya itu ruang terbuka hijau yang terdapat di Agrowisata Bulak Barokah menjadi tepat rekreasi dan hiburan baru bagi masyarakat.
"Dengan adanya Undang-undang Desa yang pada akhirnya memunculkan dana desa sangat bermanfaat untuk menggali potensi dan pemberdyaan masyarakat desa," katanya.