INDUSTRY.co.id - Jakarta-Diperkirakan IHSG masih akan bergerak cenderung mencoba menguat dengan rentan pergerakan 6201-6280.
Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas Indonesia menyodorkan saham-saham yang masih dapat menjadi fokus diantaranya AKRA, ANTM, ASII, INCO, JSMR, SMRA, ISAT, TINS.
"Secara teknikal IHSG bergerak terkonsolidasi pada level bearish trend line dan tertahan pada level suppport MA5. Indikator Stochastic mengarah pada pergerakan positif dengan momentum RSI yang masih tersignal cukup murah," ujar dia di Jakarta, Rabu (4/4/2018).
Indeks saham Asia ditutup mayoritas tertekan dengan indeks Nikkei (-0.45%), Topix (-0.29%), CSI (-0.63%) dan KOSPI (-0.07%) turun sedangkan HangSeng (+0.29%) menguat. Ketegangan perang perdagangan memburuk dan saham teknologi terperosok dimana suasana risk off mulai menjamur pada investor dengan melakukan aksi beli pada asset haven.
IHSG (-0.18%) ditutup turun 11.56 poin dilevel 6229.01 dengan aksi jual bersih investor asing sebesar 384.14 Miliar rupiah dan saham TLKM, BMRI dan BBNI menjadi top net value. Sektor konsumer (-0.83%) dan Pertanian (-0.53%) menjadi pemimpin pelemahan. Saham INDF (-2.72%) dan ICBP (-1.80%) melemah cukup signifikan seiring pekiraan indeks keyakinan konsumenyang turun dilevel 120.8 dari 122.5 diperiode sebelumnya.
Ekuitas Eropa dibuka melemah cukup signifikan dimana Eurostoxx (-0.97%), FTSE (-0.61%), DAX (-1.36%) dan CAC (-0.81%) turun menuju penurunan pertama dalam empat hari seiring pelemahan ekuitas di AS. Investor terus mewaspadai tanda-tanda dari perlambatan ekspansi global pasca beberapa kebijakan yang memicu trade war. Ditengah pekan Investor akan terfokus pada data inflasi di zona Eropa, Indeks kinerja sektor jasa hingga data persediaan minyak di AS.