Libur Panjang Perayaan Paskah, Okupansi Hotel di Bandung diperkirakan Meningkat

Oleh : Chodijah Febriyani | Sabtu, 31 Maret 2018 - 12:15 WIB

The Citrus Pool Bar - BBQ Night, Four Points by Sheraton Bandung
The Citrus Pool Bar - BBQ Night, Four Points by Sheraton Bandung

INDUSTRY.co.id, Bandung - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat mengungkapkan bahwa tingkat keterisian (okupansi) hotel di Kota Bandung pada jelang libur Paskah akhir pekan ini, Kamis malam (29/3/2018) hanya 55 persen.

"Kalau long weekend hari ini hingga besok cukup bagus. Tadi malam masih diangka 55 persen lah dari 470 hotel yang ada," ujar Ketua PHRI Jabar, Herman Mochtar, Jumat (30/3/2018)

Herman mengatakan, okupansi hotel pada Jumat malam diperkirakan akan terus meningkat. PHRI memperkirakan wisatawan baru berdatangan ke Kota Bandung pada Jumat.

"Malam ini bisa 90 persen saya kira, tapi lihat kondisi dan situasinya," ujar dia.

Ia mengatakan, tingkat okupansi hotel dari tahun ke tahun di Kota Bandung menunjukan grafik penurunan. Pada 2017 angka hunian dapat mencapai 70 persen, namun tahun ini, PHRI mendapat laporan hanya sekitar 60-65 persen.

Ia menduga penurunan ini akibat kejenuhan para wisatawan baik dari nusantara maupun mancanegara datang ke Kota Bandung. Mereka tidak menemukan sesuatu hal yang baru ketika berwisata ke Kota Bandung.

"Bisa kita lihat penerbangan dulu dari Kuala Lumpur ke Bandung bisa tiga kali, sekarang tinggal 1,5 kali. Singapura dulu lima kali sekarang dua kali," kata dia.

Menurutnya, agar bisnis hunian kembali menggeliat, perlu adanya promosi pariwisata baru yang dapat ditawarkan pemerintah daerah. Bandung yang dikenal sebagai kota pariwisata dan kuliner harus lebih didorong sebagai destinasi unggulan.

Apabila dibandingkan dengan provinsi maupun daerah lain, Jabar khususnya Kota Bandung tertinggal dalam hal promosi. Kata Herman, provinsi maupun daerah lain melakukan promosi dengan menyasar langsung ke wilayah-wilayah lainnya yang ada di Indonesia.

"Kemudian kita harus melakukan program promosi yang terarah. Wisnus sangat kita andalkan, kalau Wisman sudah sangat sulit. Wisnus jadi pasar besar dan Bandung jadi perhatian mereka," kata dia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

“Mengenal Lebih Dalam tentang Polistirena Busa untuk Kebaikan Manusia dan Lingkungan” di Karawang, Jawa Barat, Rabu (26/6/2019).

Kamis, 27 Juni 2019 - 07:01 WIB

Ini Fakta Benar Soal Penggunaan Styrofoam bagi Manusia dan Lingkungan

Tahukah Anda penggunaan styrofoam yang digunakan dalam mengemas makanan dan minuman yang selama ini diisukan tidak aman dan tidak sehat tidak terbukti sama sekali. Bahkan styrofoam yang beredar…

Forum Silaturahmi Dai Muda Jakarta

Kamis, 27 Juni 2019 - 06:35 WIB

Forum Silaturahim Dai Muda Jakarta Tolak Halal Bihalal di MK

Jakarta - Menyikapi rencana sejumlah ormas yang rencananya akan menggelar kegiatan zikir, doa bersama, sholawat dan halal bi halal pada tanggal 26-28 Juni 2019 di pelataran GedungMahkamahKonstitusi(MK),ForumSilaturahmjDa’iMudaJakarta(FSDMJ)menggelar…

Bambang Soesatyo Ketua DPR RI (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 27 Juni 2019 - 06:00 WIB

Ketua DPR Harap Makin Banyak Perusahaan Melantai di Bursa Saham

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) berharap seiring kondusifnya suhu politik disertai dengan peningkatan iklim investasi dan bisnis di Indonesia, semakin banyak pula perusahan yang memperdagangkan…

Masyarakat Bakung Udik Menggala Minta Dukungan Sekjen SMSI Lapor ke KSP

Kamis, 27 Juni 2019 - 03:11 WIB

Masyarakat Bakung Udik Menggala Minta Dukungan Sekjen SMSI Lapor ke KSP

Antoni AT. Koordinator Masyarakat Adat Bakung Udik Kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung melaporkan permasalahan sengketa lahan yang terjadi didaerah tersebut ke KSP…

PT. Solusi Bangun Indonesia (SBI)

Rabu, 26 Juni 2019 - 21:10 WIB

Naik 11 Persen, Total Pendapatan PT. SBI Capai Rp 10,378 Triliun pada 2018

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. (SBI) yang dahulu bernama Holcim Indonesia membukukan pendapatan perusahaan tahun 2018 sebesar Rp 10,378 triliun. Capaian ini meningkat 11 persen dari Rp 9,38…