INDUSTRY.co.id - Madiun - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan tarif tol Ngawi-Wilangan merupakan tarif yang sudah diterapkan harmonisasi.
"Besaran tarif awal per km diperkirakan sebesar Rp 1.200, menjadi lebih kecil menjadi Rp 1.000 per km untuk kendaraan golongan I. Pemberlakuan tarif tol Ngawi-Wilangan menunggu Keputusan Menteri PUPR yang akan keluar dalam waktu dekat," kata Menteri Basuki di Madiun, Kamis (29/3/2018).
Menteri Basuki mengatakan, penyederhanaan golongan kendaraan menjadi tiga golongan, berdampak pada penurunan tarif untuk truk. "Misalnya truk golongan V semula diperkirakan membayar sekitar Rp 172.500 menjadi Rp 96.000," tambahnya.
Ruas tol Ngawi-Wilangan yang diresmikan merupakan Seksi I, II dan III sepanjang 49,5 km sebagai bagian dari Tol Ngawi-Kertosono dengan total 87 km dengan investor PT. Ngawi Kertosono Jaya (PT. NKJ). Ruas Tol Ngawi Wilangan dibangun oleh PT NKJ meliputi Seksi I Klitik SS Madiun (20 Km), Seksi II SS Madiun SS Caruban (8,45 Km) dan SS Caruban Nganjuk (Wilangan) (21,06 Km).
Sisanya untuk Seksi IV Wilangan - Kertosono sepanjang 37,5 Km dibangun oleh Pemerintah sebagai bagian dari VGF (Viability Gap Funding). Besaran VGF sebagai bentuk dukungan Pemerintah untuk pembangunan Seksi IV adalah Rp 3,1 triliun. Progres ruas Wilangan - Kertosono saat ini sudah 61% dan ditargetkan bisa beroperasi akhir 2018.
Setelah selesai dibangun seluruh ruas akan dioperasikan oleh PT NKJ. Biaya investasi keseluruhan yang dikeluarkan PT. NKJ sebesar Rp 9,73 triliun yang berasal dari modal pemegang saham 30% dan pinjaman perbankan dan lembaga keuangan sebesar 70%. Pemegang saham yakni PT. Jasa Marga (60%) dan PT. Waskita Toll Road (40%).