INDUSTRY.co.id - Jakarta- Taiwan dan beberapa asosiasi rumah sakit dan lembaga kesehatan Indonesia menjajaki kerja sama dalam pengembangan teknologi sebagai upaya pengobatan terhadap penyakit kanker.

Advertisement

Presiden dan CEO Hubungan Perdagangan Taiwan Walter Yeh di Jakarta, dalam pembukaan seminar Pameran Taiwan, Kamis (29/3/2018)  mengatakan pola kehidupan saat ini banyak masyarakat yang sibuk dan abai terhadap kepedulian kesehatan.

Menurut dia, hal tersebut dapat berisiko menyebabkan penyakit yang ringan hingga berat seperti kanker, oleh karena itu, kerja sama bidang kesehatan juga diperlukan guna meminimalisir penurunan kesehatan masyarakat.

Advertisement

Untuk mengatasi masalah ini, sekelompok layanan kesehatan dari Taiwan, mengadakan pameran di Jakarta, untuk memperkenalkan teknologi kesehatan maupun potensi kemitraan dalam bidang kesehatan dengan Indonesia.

Diagnosa kanker merupakan langkah awal setelah upaya pencegahan kanker, namun lebih baik teknologi deteksi dini terhadap kanker juga dilakukan, sebelum menjadi lebih parah.

Advertisement

Teknologi yang ditawarkan antara lain pemeriksaan kesehatan, perawatan rambut, rehabilitasi, pengobatan estetis, diganosis kanker hingga perawatan di Taiwan.

Dalam konferensi ini, pengunjung juga dipersilakan untuk melakukan konsultasi kesehatan secara gratis, dengan pelayanan dari para ahli kesehatan Taiwan. Konferensi dan pameran diselenggarakan di JCC Senayan, Jakarta, mulai 29 Maret 2018.

Advertisement

Menanggapi hal tersebut dari Asosiasi Rumah Sakit Indonesia mengapresiasi bentuk kemitraan yang ditawarkan Taiwan.

Kepala Bagian Hubungan Internasional dari Asosiasi Rumah Sakit Indonesia Widyastuti Wibisana menyebutkan hal ini merupakan langkah yang bagus dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.

Setidaknya akan memunculkan inisiatif kerja sama dalam bidang kesehatan yang dapat dikembangkan guna menemukan solusi peningkatan kesehatan.

Ia menilai, Taiwan sebagai salah satu rujukan dalam hal kesehatan, misalkan pengobatan atau penanganan penyakit tertentu, sehingga bisa dikolaborasikan dengan para ahli yang sudah ada di Indonesia.

Industri kesehatan, akan menjadi fokus lanjutan dari upaya pengembangan perdagangan berbasis industri medis. (Ant)