INDUSTRY.co.id - Jakarta-Diperkirakan IHSG akan mendekati level MA200 dengan potensi rebound diakhir bulan Maret dengan rentan pergerakan 6080-6205.
Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas Indonesia menyodorkan saham-saham yang dapat dicermati diantaranya ANTM, BDMN, CPIN, JPFA, GGRM, BBNI, BBRI.
“Secara teknikal IHSG mengarah pada level support MA200 dikisaran level 6084 setelah pulled back pada garis bearish trend line. Pergerakan yang menutup gap kemarin memberikan awan negatif pada IHSG hari ini. Meskipun Indikator Stocahstic terkonsolidasi Momentum indikator RSI masih berpeluang reversal pada kondisi oversold,” ujar dia di Jakarta, Kamis (29/3/2018).
Mayoritas indeks saham di Asia melemah diawali dengan pergerakan gap down yang terjadi pada ekuitas Jepang. Indeks Nikkei (-1.34%), TOPIX (-1.02%), HangSeng (-2.50%), CSI (-1.80%) dan KOSPI (-1.34%) mayoritas lebih dari 1%. Administrasi Trump sedang mempertimbangkan tindakan keras terhadap investasi Cina dalam teknologi AS yang dianggap sensitif.
IHSG (-1.10%) ditutup terperosok -68.51 poin dilevel 6140.87 dengan sektor aneka industri (-2.1%) menjadi penekan pergerakan dimana Saham ASII (-2.74%) turun cukup dalam. Investor mencermati data pertumbuhan pinjaman yang dibawah level 8% sebagai alasan aksi jual yang dialami Bank-bank besar seperti BBNI, BMRI dan BBRI. Investor asing pun masih tercatat net sell 697.01 Miliar rupiah seiring pelemahan Rupiah 0.2% mendekati level 13800. Saham BMRI, BBNI dan BBRI menjadi top net sell value investor asing.
Indeks saham di Eropa dibuka melemah dengan Indeks Eurostoxx (-0.85%), FTSE (-0.44%), DAX (-1.01%) dan CAC (-1.04%) dibuka pada zona negatif. Aksi jual pada saham Teknologi yang mengguncang pasar AS menyebar ke Eropa ditengah suasana risk off asset haven memperpanjang kenaikannya. Empat besar ekonomi zona euro akan merilis pembacaan CPI Maret pekan ini akan menjadi fokus investor.