INDUSTRY.co.id - Jakarta - Masyarakat di seluruh pelosok Nusantara harus menyadari pentingnya penguasaan teknologi ekonomi digital karena aktivitas perekonomian pada saat ini secara global telah lazim didominasi oleh sektor digital di berbagai aspek.
"Penguasaan terhadap teknologi digital juga harus didorong di semua lapisan masyarakat. Hal ini dikarenakan bentuk bisnis yang mulai condong berubah ke sektor digital," kata peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Novani Karina Saputri di Jakarta, Selasa.
Untuk mendukung hal ini, Novani menyatakan bahwa sosialisasi mengenai literasi ekonomi digital harus terus dilakukan dan dijadikan kegiatan rutin oleh beragam pihak.
Selain itu, ujar dia, pemerintah pusat, pemerintah daerah, kalangan perbankan dan industri keuangan diharapkan bisa menjadi pihak-pihak yang melaksanakan sosialisasi tersebut.
Apalagi, ia mengingatkan bahwa potensi transaksi "online" atau daring di Indonesia saat ini tergolong baik yaitu berada di angka pertumbuhan 22 persen pada tahun 2016.
"Angka pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan China dan India ini merupakan potensi dan peluang untuk melakukan transformasi digital di berbagai bidang sehingga mampu bersaing dengan negara-negara tetangga," ucapnya.
Presiden Joko Widodo juga telah mempromosikan transformasi ekonomi digital di Indonesia dalam pertemuan dengan para CEO Selandia Baru di The Majestic Centre, Wellington, Selandia Baru, Senin (19/3).
Presiden menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia tengah bertransformasi setelah sekian lama bergantung pada ekspor komoditas mentah, kini ekonomi Indonesia berjalan mengikuti tren, seiring dengan bangkitnya ekonomi digital dan meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah.
Pemerintah Indonesia telah melaksanakan Rencana Broadband Nasional untuk memperluas penetrasi internet Indonesia yang kini baru menyentuh 100 juta orang. Program senilai 20 miliar dolar AS ini telah dicanangkan sejak 2014.
Selain itu, ada pula program penyediaan akses ke modal karena pemerintah ingin ekonomi digital tumbuh 10 kali lipat menjadi 130 miliar dolar AS dan mendukung penciptaan 1.000 technopreneur baru pada 2020.
Diperkuat juga bentuk kerja sama internasional dengan mengundang lebih banyak investor asing menyuntikkan modal untuk bisnis berbasis digital di Indonesia, serta memperluas kesempatan bagi mereka yang memiliki talenta di sektor industri kreatif melalui kerja sama dengan perguruan tinggi dan universitas.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan pentingnya formulasi kebijakan untuk mengantisipasi pergerakan ekonomi digital yang makin pesat.
"Kita perlu memperkuat tata kelola dan formulasi kebijakan sebagai strategi untuk mengakomodasi ekonomi digital," kata Sri Mulyani dalam diskusi di Jakarta, Selasa (27/2).
Sri Mulyani mengatakan lingkungan ekonomi saat ini sudah memadai untuk mendukung peningkatan aktivitas digital yang mulai memengaruhi setiap kegiatan sehari-hari sehingga perlu difasilitasi agar makin berkembang pesat dan memberikan kontribusi yang siginifikan bagi perekonomian secara keseluruhan. (Ant)