INDUSTRY.co.id - Diperkirakan IHSG berpeluang menguat dengan rentan 6175-6260.

Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas Indonesia mengatakan, saham-saham yang dapat dicermati diantaranya ANTM, BBRI, INDY, INTP, PGAS, SMGR, ADRO, ELSA, SMSM, TINS, ADHI

"Pergerakan IHSG berpola bullish counter attack terlihat bertahan diatas level 6200. Indikasi menutup gap cukup memungkinkan dengan target penutupan di kisaran level 6250an. Indikator Stochastic sedikit terkonsolidasi pasca optimis menguat mengkonfirmasi golden-cross dengan RSI yang masih bergerak cukup rendah pada zona oversold," kata dia di Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Mengawali pekan bursa saham di Asia rebound dengan Indeks Nikkei (+0.72%), TOPIX (+0.38%), HangSeng (+0.79%) dan KOSPI (+0.84%) ditutup menguat setelah sebelumnya dibuka pesimis. Sedangkan CSI300 (-0.64%) dan IHSG (-0.17%) ditutup pada zona negatif. Kekhawatiran investor akan eskalasi ketegangan perdagangan mulai mereda. Nilai tukar Yen Jepang turun terendah dari level terkuatnya.

IHSG (-0.17%) turun 10.53 poin dilevel 6200.17 setelah sempat dibuka dibawah level 6200. Sektor pertambangan (+1.22%) dan Industri dasar (+0.89%) mampu mengerek IHSG disesi kedua meskipun masih zona negatif. Capital outflow masih menjadi momok menyeramkan dimana pada perdagangan awal pekan ini tercatat net sell 906.58 Miliar rupiah dengan saham TLKM, BBRI dan BBCA menjadi top net value.

Ekuitas Eropa dibuka dengan optimisme melihat reboundnnya mayoritas indeks saham di Asia. Indeks Eurostoxx (+0.45%), FTSE (+0.33%) dan DAX (+0.66%) dibuka menguat. Perusahaan kesehatan dan pabrik kimia menjadi pemimpin penguatan. USD turun kelevel terendah dalam sebulan. Investor akan terfokus pada data penghasilan dan pengeluaran konsumen di AS dan beberapa Negara besar di Eropa akan merilis tingkat Inflasi bulan Maret.