INDUSTRY.co.id -Jakarta, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya mendorong pengembangan industri berbasis kuningan nasional agar semakin berdaya saing.
Salah satu upaya strategisnya adalah melalui pemanfaatan daur ulang bahan baku kuningan atau tembaga dari sisa peralatan rumah tangga atau proyek yang sudah tidak terpakai.
Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Harjanto mengatakan, upaya ini sekaligus menjadi wujud untuk pelestarian lingkungan.
"Apalagi dengan perkembangan teknologi yang saat ini modern, kualitas tetap terjaga dengan bahan baku daur ulang ini," ujar Harjanto pada acara Pelantikan Pengurus Gabungan Industri Peleburan Kuningan Indonesia(GIPELKI) di Jakarta, Senin (26/3/2018).
Ia menambahkan, saat ini industri kuningan dalam negeri sudah mampu menghasilkan produk casting(peleburan) dan ekstrusi, di antaranya berupa valve, meteran air, serta produk kawat dan turunannya.
Menurutnya, penggunaan bahan baku yang berasal dari skrap memiliki keunggulan dari sisi efisiensi energi dan nuga pengendalian lingkungan yang lebih sederhana dibandingkan industri logam dasar yang berasal dari logam.
Untuk itu, Kemenperin terus memacu produk-produk yang lebih bernilai tinggi sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar ekspor.
"Masih ada porsi skrap kuningan yang masih dapat diekspor. Dengan keberadaan GIPELKI, kami harapkan dapat memfasilitasi identifikasi kebutuhan bahan baku skrap kuningan," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum GIPLEKI Eric Wijaya yang juga Komisaris PT Prima Copper Industri menyampaikan, kebutuhan skrap kuningan untuk industri peleburan kuningan di Indonesia diperkirakan sebanyak 25.000 ton per tahun atau senilai Rp2,5 triliun.
"Dari skrap tersebut, perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam GIPELKI telah memproduksi segala jenis produk kuningan dan behasil menjualnya untuk industri dengan merek dunia," ujarnya.
Bahkan, dari produk yang sudah diekspor, telah digunakan untuk industri sanitari kran air, kepala tabung gas elpiji, serta untuk komponen industri elektronika dan industri tekstil seperti kuningan untuk resleting.
"Sampai saat ini sudah ada yang mensuplai kuningan silikon untuk membantu pengrajin kuningan memproduksi barang kualitas tinggi," imbuhnya.
Di luar para pengrajin yang memproduksi produk-produk kuningan secara tradisional, di Indonesia saat ini terdapat 12 perusahaan yang melakukan kegiatan produksi peleburan kuningan dengan skala besar.