INDUSTRY.co.id -Kupang, PT Garam Indonesia saat ini tengah menyiapkan ladang garam di desa Bipolo Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Nantinya ladang tersebut akan memproduksi garam industri sehingga dapat mengurangi impor garam.
"Garam di Bipolo sangat bisa dikembangkan untuk garam industri. Saat ini kita sedang setting untuk memenuhi industri garam di negara ini," kata Direktur PT Garam Indonesia Budi Sasongko dilansir dari Antara di Kupang, Senin (26/3/2018).
Ia menambahkan, ladang garam yang dikembangkan di Bipolo merupakan ladang garam yang sempurna, karena baru pertama kali diolah oleh PT Garam Indonesia.
Beda dengan ladang garam di Madura yang pertama kali dikembangkan saat jaman Belanda sehingga sedimentasi lahan tersebut perlu direvitalisasi serta diredesain kembali.
"Tetapi karena di sini (Bipolo, red) adalah model baru maka desain kita, kita sempurnakan sesuai dengan standar operasi yang benar dengan harapan agar ladang garam yang sedang kita kembangkan ini semuanya bisa untuk industri," tambahnya.
Budi menambahkan pada akhir 2017 lalu garam yang dihasilkan Bipolo sudah dikirim ke pulau Jawa untuk diolah menjadi garam industri karena memang belum ada pabrik pengolahan di NTT.
Jumlah yang dikirim ke Jawa mencapai 4.000 ton. Namun menurutnya jumlah tersebut terlalu kecil mengingat luas lahannya saat ini mencapai 318 hektare.
"Jumlah panen yang masih terbilang kecil itu dikarenakan anomali cuaca pada akhir tahun 2017," katanya.
Budi menambahkan untuk tahun 2018 ini dengan asumsi musim yang normal maka pihaknya menargetkan bisa menghasilkan kurang lebih 30.000 sampai 40.000 ton untuk dikirimkan ke Jawa dan diolah menjadi garam industri.
"Kalau musimnya sesuai dengan normal musim di sini yakni dari Mei-Januari tahun berikutnya maka target ini akan tercapai," tutur Budi.