INDUSTRY.co.id - Langgur- Potensi sektor pariwisata yang terdapat di Kabupaten Maluku Tenggara belum tergali dengan baik tetapi diharapkan ke depannya dengan pelan-pelan akan meningkat lebih baik, kata Plt Bupati Maluku Tenggara Semmy Risambessy.

Advertisement

"Saya optimistis dengan lebih gencarnya pemberitaan akan dijamin lebih baik ke depannya," kata Semmy Risambessy kepada awak media  yang mengikuti rombongan Kementerian Pariwisata di Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, Jumat (16/3/2018)

Menurut Semmy Risambessy, dari sisi konektivitas memang dinilai masih kurang tetapi bakal dibenahi bertahap.

Advertisement

Ia mengungkapkan bahwa salah satu rencana peningkatan itu adalah ke depannya, runway atau lintasan pesawat di bandara daerah tersebut rencananya akan diperlebar serta fasilitas di dalamnya juga akan lebih ditingkatkan.

Sedangkan dari sisi SDM, ujar dia, maka juga perlahan-lahan dibangun kesadaran kepada masyarakat untuk bisa lebih menyiapkan sarana dan prasarana di Maluku Tenggara.

Advertisement

"Dampak dari pariwisata ini sangatlah besar. Bila satu orang wisatawan saja misalnya bisa mengeluarkan Rp500 ribu, bagaimana bila jumlahnya mencapai ratusan hingga ribuan orang," paparnya.

Menurut dia, pihaknya juga menyadari bahwa dari aspek pendanaan masih terbatas.

Advertisement

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tenggara Roy Rahayaan menyatakan, pihaknya sejak awal berkomitmen untuk menggenjot sektor pariwisata, seperti bekerja sama dengan daerah lain. Salah satu contoh sinergi antardaerah itu adalah Festival Bali-Kei yang acaranya diawali di Bali dan diakhiri di Kei.

Roy juga mengutarakan harapannya agar ke depannya ada Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Pariwisata guna mengembangkan sektor kepariwisataan di sana.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Maluku Tenggara Budhi Toffi menuturkan, jumlah wisatawan asing ke daerah Maluku Tenggara dilaporkan mengalami peningkatan pesat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

"Jumlah wisatawan asing ke sini sekitar 3.750 orang pada 2017, sebelumnya sekitar 5-10 tahun lalu hanya sekitar 1.000 orang" kata Budhi dan menambahkan, meski jumlah wisatawan asing itu relatif masih sedikit dibandingkan destinasi wisata terkenal lainnya di Nusantara, tetapi wisatawan asing rata-rata memiliki waktu tinggal yang cukup lama, rata-rata empat hari.(Ant)