INDUSTRY.co.id, Jakarta - Terkenal dengan keindahan panorama bawah lautnya yang menawan, Maluku Utara menjadi wisata yang populer dikalangan para pecinta wisata selam. Selain itu, Maluku Utara ini juga mempunyai keindahan alam dan keragaman budaya.

Advertisement

Sepanjang tahun 2018, Maluku Utara akan menggelar 33 event, tiga di antaranya masuk dalam Top 100 CoE Nasional 2018. Ketiganya terdiri dari Festival Tidore (Kota Tidore Kepulauan, 23 Maret–12 April 2018), Festival Teluk Jailolo (Kabupaten Halmahera Barat, 3–5 Mei 2018), dan Festival Kora-Kora (Kota Ternate, 1-3 Desember 2018).

Tahun ini, dengan mengambil tema “Pesona Kie Raha Mengguncang Dunia”, Provinsi Maluku Utara diharapkan mampu mempromosikan potensi pariwisata yang dimiliki ke tingkat dunia.

Advertisement

Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan event-event yang ada dalam CoE Maluku Utara harus memiliki cultural values dan commercial values sehingga akan berdampak positif dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.
 
“Dalam menerapkan CoE harus memiliki kriteria utama yaitu penyelenggaraan yang profesional dan dilaksanakan tepat waktu. Ada atau tidak ada pejabat, event harus berlangsung karena tujuannya adalah untuk wisatawan,” kata Menpar Arief Yahya, melalui siaran persnya.
 
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Maluku Utara H. Muhammad Natsir Thaib menegaskan kemajuan pariwisata Maluku Utara telah dirasakan dengan ditetapkannya Pulau Morotai sebagai satu di antara 10 destinasi prioritas untuk dijadikan menjadi “Bali Baru”.

Selain itu, lanjutnya, Provinsi Maluku Utara ingin mengembangkan diri menjadi destinasi marine tourism kelas dunia, mengingat potensi wisata bahari yang dimiliki serta letak geografisnya sangat menunjang untuk mewujudkan keingingan itu.

Advertisement

“Di antara pulau-pulau yang ada di Maluku Utara sangat cocok dikembangkan sebagai marine tourism. Saat ini di Pulau Jailolo sudah mulai dikembangkan marine tourism oleh pengusaha profesional,” kata Natsir Thaib.
 
Ternate, Tidore, Bacan dan  Jailolo sejak lama sekitar Abad XIII sudah dikenal masyarakat dunia sebagai sumber rempah dunia, dan Maluku Utara memiliki keunggulan dalam wisata sejarah karena terdapat banyak benteng peninggalan dari Bangsa Portugis, Spayol, Inggris, serta situs peninggalan Perang Dunia II dari Jepang dan Amerika Serikat.

Advertisement