INDUSTRY.co.id, Jakarta - Pariwisata Indonesia, beberapa hari lalu dikejutkan dengan video yang diunggah oleh wisatawan asal Inggris bernama Rich Horner. Sayangnya, Ia menggungah sebuah video di yang memperlihatkan keindahan bawah laut di Pulau Dewata yang banyak sampah plastik.
Dalam video tersebut, Horner merekam kondisi bawah laut di Manta Point, Bali pada 3 Maret 2018 lalu. Tempat tersebut merupakan salah satu spot selam atau spot diving yang populer di kawasan Nusa Penida yang dipenuhi oleh sampah plastik dan bungkus makanan yang mengapung di dasar laut. Bahkan, tidak terlihat biota laut seperti ikan dan terumbu karang yang hidup di sana.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan atas kejadian tersebut. "Yang pertama, harus kita klarifikasi, akan lebih baik masukan itu kalau yang memberi masukan itu jelas, sehingga tidak seperti sekarang. Ada temen di Lembongan bilang kejadian tersebut tidak seperti itu, makanya harus diklrafikasi lagi," kata Arief Yahya saat ditemui usai Rapat Koordinasi Menaikkan Posisi Indonesia pada Kompetisi Pariwisata International, di Jakarta, Senin (12/3/2018).
Arief juga meminta untuk menindaklanjuti kejadian tersebut kepada sejumlah lembaga dan Kementerian untuk menuntaskan hal tersebut.
"Kita akan menindaklanjuti akan hal itu, teman-teman dari Kementerian LHK (Lingkungan Hidup dan Kehutanan) dan Kemenko Kemaritiman akan me-lead (memimpin) pembersihan sampah. Itu yang sekarang menjadi perhatian pemerintah pusat," ujar Arief.