INDUSTRY.co.id - Jakarta - Director General of First Political Division, Ministry of Foreign Affairs Islamic Republic of Afghanistan Musa Arefi menjelaskan, pertemuan yang berlangsung pada Senin (12/3/2018) kemarin menjadi momentum untuk saling mengenal antara PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan Afghanistan dan perusahaan asal Afghanistan. 

Dalam pertemuan tersebut, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk mendapatkan tawaran pembangunan proyek infrastruktur dari pemerintah Afganistan.  "WIKA memiliki kapasitas dan pengalaman sehingga dapat berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur di Afghanistan," ujar Musa.

Sementara itu, Direktur WIKA Destiawan Soewardjono menambahkan, pertemuan tersebut membuka peluang bagi WIKA sebagai BUMN Indonesia untuk berpartisipasi dalam pembangunan di Afghanistan. 

"Selain bermanfaat bagi hubungan bilateral Indonesia dan Afghanistan, prospek pembangunan infrastruktur di Afghanistan juga akan mampu memberikan manfaat bagi perseroan," tutur Desti.

Saat ini, WIKA merupakan satu-satunya BUMN yang dipercaya untuk membangun berbagai proyek infrastruktur di Aljazair, Dubai – Uni Emirat Arab, Jeddah – Kerajaan Saudi Arabia, Malaysia, Myanmar hingga Brunei Darussalam dan Timor Leste.

Pada pertemuan tersebut WIKA bersama dengan Perusahaan Konstruksi Afghanistan Haji Khalil Construction Ltd. menandatangani Nota Kesepahaman untuk menjalankan kerjasama dalam pengerjaan proyek infrastruktur di Afghanistan.

"Kedepannya, kami akan mulai mempelajari berbagai proyek potensial terutama di bidang infrastruktur dan perumahan yang pembangunanya menggunakan dana dari pemerintah Afghanistan," paparnya.