Jakarta-Diperkirakan IHSG akan bergerak cenderung mencoba menguat terbatas pada awal pekan dengan rentan pergerakan 6380-6510.
Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas Indonesia menyodorkan saham-saham yang masih dapat diperhatikan diantaranya ASRI, BBNI, BMRI, BSDE, CPIN, INCO, INDF, INDY, ITMG, SMRA, BRPT, BIPI.
"Pergerakan IHSG terkonsolidasi seakan momentum reversal kurang begitu kuat dibandingkan formasi double top yang memberikan indikasi bearish. Indikator stochastic memberikan signal golden-cross pada area oversold dengan Indikator RSI yang terlihat berbalik arah positif. Meskipun demikian potensi penguatan cukup terbatas melihat pergerakan masih tertahan pada level MA5," ujar dia di Jakarta, Senin (12/3/2018).
Mengakhiri pekan mayoritas indeks saham di Asia melanjutkan penguatannya dimana Indeks Nikkei (+0.47%) dan TOPIX (+0.32%) ditutup naik seiring pelemahan Yen. Indeks Hangseng (+1.11%) dan CSI300 (+0.77%) ditutup menguat signifikan. Yen turun bahkan saat Bank of Japan tetap bertahan dengan stimulus moneternya.
IHSG (-0.15%) turun -9.70 poin dilevel 6433.32 setelah bergerak terkonsolidasi hampir tertekan signifikan disaat mayoritas indeks saham di Asia menguat. Sektor industri dasar (+1.12%) menjadi penahan pelemahan sedangkan sektor aneka industri (-0.90%) menjadi penekan pelemahan. Gejolak fluktuasi nilai tukar Rupiah, Inflasi dan prospek suku bunga menjadi faktor kekhawatiran investor saat ini. Investor asing pun tercatat net sell 938.20 Miliar rupiah dengan saham BBRI. BBCA dan ASII menjadi top net sell value.
Bursa saham Eropa dibuka terkonsoldasi diakhir pekan. Indekstoxx (-0.18%), FTSE (+0.06%), DAX (-0.50%) dan CAC40 (-0.14%) dibuka sedikit berubah dengan beberapa indeks melemah setelah investor mengalihkan fokus dari Korea Utara ke AS pada data pekerja diakhir pekan guna melihat signal prospek kebijakan moneter. Sentimen pekan depan investor akan kembali terfokus pada data ekonomi di AS yang menjadi signal spekulasi prospek suku bunga diantaranya tingkat inflasi, Penjualan ritel hingga indeks harga produksi di AS.