INDUSTRY.co.id - Jakarta-Diperkirakan IHSG pada akhir pekan akan cenderung bergerak mixed dengan kecenderungan tertahan pada rentan pergerakan 6345-6460.
Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas Indonesia menyatakan secara teknikal pergerakan IHSG rebound terkonsolidasi setelah menyentuh level support 6345 meskipun demikian indikasi negatif masih tercium dengan pola double top yang terkonfirmasi break out neckline dan MA50.
"Indikasi tekanan bearish masih terus membayangi selama IHSG tidak mampu balik diatas 6500. Indikator stochastic memberikan signal reversal dengan momentum RSI yang berbalik arah menuju area overbought," kata dia di Jakarta, Jumat (9/3/2018).
Ia menyodorkan saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya ASII, BBCA, BBNI, BMRI, BSDE, CPIN, INDF, ITMG, PTPP, PTRO.
IHSG (+1.17%) menguat 74.75 poin dilevel 6443.02 dengan sektor keuangan (+2.36%) menguat signifikan dimana saham BBCA, BBNI dan BBRI menjadi leader dengan penguatan mayoritas 3% hingga akhir perdagangan. Negatif sentimen dalam negeri dari penurunan indeks keyakinan konsumen hingga cadangan devisa mereda. Investor melihat pergerakan regional yang cenderung optimis ditengah redupnya spekulasi perang dagang global. Investor pun berspekulasi terhadap data tingkat penjualan eceran dalam negeri yang akan rilis akhir pekan dengan perkiraan naik menjadi 2.8% YoY dari 0.7% YoY. Investor asing tercatat net sell 170.46 Miliar rupiah dengan saham ASII mengalami net sell value diatas 200 miliar rupiah.
Saham-saham di Eropa dibuka terkonsolidasi meskipun mayoritas indeks di Asia optimis sejak sesi pertama. Sektor barang dan jasa memimpin kenaikan di Eropa yang sebelumnya terhempas turun akibat ketakutan oleh ancaman perdagangan yang agresif dari AS. Investor seakan menanti komentar ECB yang akan membahas kebijakan menoter dan tidak di harapkan mengubah kebijakan apapun pada bulan ini selain diskusi pelonggaran kuantitatif.
Data ekonomi selanjutnya diakhir pekan yang akan menjadi fokus investor diantaranya Indeks harga produksi dan inflasi di China dengan ekspektasi yang cukup baik terkendali. Neraca perdagangan dari berapa negara eropa hingga tingkat pengangguran di AS guna menilik lebih dalam prospek pertumbuhan ekonomi terbesar di dunia.
Mayoritas indeks saham Asia ditutup menguat. Nikkei (+0.54%), TOPIX (+0.35%), HangSeng (+1.52%) dan CSI300 (+1.015) menguat pasca tertekan pada perdagangan sebelumnya. Data Neraca Perdagangan di China surplus $33.74 dengan komposisi eksport yang tumbuh signifikan 36.2% dari 6.0% diperiode sebelumnya.