INDUSTRY.co.id - Jakarta-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  berpeluang terkoreksi lebih lanjut cukup terbuka dengan rentan pergerakan 6510-6590.

Atas hal tersebut, Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas Indonesia menyodorkan saham-saham yang masih dapat dicermati diantarnaya BBCA, BBNI, ELSA, BBTN, INCO, ITMG.

"Secara teknikal pergerakan IHSG cenderung bearish dengan kembali break out MA20 setelah terkonsolidasi pada level tersebut. Indikasi momentum pada pergerakan indikator RSI mengarah pada momentum bearish dengan tekanan menuju area oversold dengan pergerakan Indikator Stochastic yang terkonsolidasi negatif," ujar dia di Jakarta, Selasa (6/3/2018).

IHSG (-0.48%) turun 31.72 poin dilevel 6550.59 dengan Industru dasar (-1.35%) memimpin tekanan aksi jual. Produsen semen terkoreksi lebih dari 1% seperti INTP, SMCB dan SMGR. Sedangkan Sektor pertambangan (+0.16%) berhasil menahan tekanan setelah harga minyak dan batubara menguat. Investor Asing tercatat net sell cukup besar 1.41 Triliun diawal pekan.

 

Indeks Eurostoxx (+0.46%), FTSE (+0.38%) dan DAX (+0.89%) seakan melawan arus pelemahan di Asia mayoritas bursa eropa dibuka menguat setelah 4 hari mengalami kerugian. Euro berfluktuasi karena investor mengkhawatirkan hasil trobosan jerman untuk membentuk sebuah pemerintah dan Data PMI sektor jasa yang rilis cukup stabil. Sentimen selanjutnya Investor akan menantikan pertemuan Kongres Rakyat Nasional di Beijing, Konfirmasi deputi gubernur BOJ dan data PDB Australia.

 
Mayoritas indeks saham di Asia terkoreksi diawal pekan. Indeks Nikkei (-0.66%), Topix (-0.79%), Hangseng (-2.28%), CSI300 (+0.04%) dan KOSPI (-1.13%). Kekhawatiran potensi perang dagang tentang implikasi tarif AS untuk ekonomi dunia masih membayangi diawal pekan.