Amerika Tetapkan Bea Masuk, Asosiasi Baja: Ini Mengkhawatirkan

Oleh : Ridwan | Minggu, 04 Maret 2018 - 12:10 WIB

Industri Besi dan Baja (Ist)
Industri Besi dan Baja (Ist)

INDUSTRY.co.id -Jakarta, Pabrikan baja nasional berharap ada perdamaian antara pemerintah China dengan Amerika Serikat terkait rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengenakan bea masuk impor baja dari Asia.

"Kita harap ada damai diantara mereka, perdanaian tersebut akan berimbas untuk Indonesia," ujar Purwono Widodo, Ketua Cluster Flat Product Asosiasi Besi dan Baja Indonesia (IISIA) Purwono Widodo di Jakarta, kemarin.

Ia menuturkan, saat ini ekspor baja China ke Amerika sangat tinggi sekali. "Bayangkan saja ekspor baja China ke Amerika gede sekali. Nanti kalau itu tidak jadi kompromi dan di stop, kemana lagi ekspornya kalau bukan ke Asean," terangnya.

Menurutnya, saat ini ekspor baja China ke negara-negara Asean sedang menurun karena alokasi ekspor dipotong untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Selain itu, penutupan pabrik-pabrik baja di China yang tidak ramah lingkungan juga ikut mempengaruhi penurunan alokasi ekspor.

"Ekspor mereka ke Asean sedang menurun, kalau sekarang di Amerika di stop oleh Presiden Trump dengan bea masuk yang tinggi, mereka pasti akan memberikan alokasinya ke Asean salah satunya Indonesia," kata Purwono.

Purwono mengkhawatirkan seandainya komunikasi antara China dan Negeri Paman Sam terkait impor baja tidak dapat terealisasi. "Ini sangat mengerikan dan mengkhawatirkan, alokasi baja impor dari China pasti akan meningkat cukup signifikan," tuturnya.

Purwono berharap akan ada komunikasi yang baik antara pemerintah China dan Amerika Serikat guna mengatasi lonjakan baja impor masuk ke negara-negara Asean.

Sementara itu, dikutip dari Reuters, beberapa petinggi produsen baja dan aluminium AS dipanggil ke White House pada Kamis besok dan diperkirakan pemanggilan ini berhubungan dengan pembatasan impor. Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah berjanji akan mencari langkah untuk melindungi industri dalam negeri dengan menekan impor baja dan aluminium.

Salah satu pilihan kebijakan yang dipertimbangkan Trump adalah pengenaan bea masuk untuk impor baja dan aluminium dari China dan negara Asia lainnya. Besaran bea masuk impor kedua komoditas tersebut diperkirakan berada di angka 24%.

Trump memiliki tenggat waktu untuk mengumumkan keputusannya pada pembatasan impor baja hingga 11 April 2018 dan pembatasan impor aluminium hingga 20 April 2018.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF (Foto Istimewa)

Sabtu, 25 Mei 2019 - 13:15 WIB

Perang Dagang AS-China Tak Berdampak pada Laju Bisnis Indofood

Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Franciscus Wellirang menyebut tidak ada kekhawatiran terkait perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani

Sabtu, 25 Mei 2019 - 12:05 WIB

Ini Harapan Kadin untuk Pemerintah Lima Tahun Kedepan

Sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan sejumlah harapan kepada pemerintah untuk lima tahun mendatang.

PGV Hadirkan Talk show Memilih Sekolah Bareng Kak Seto Sekolah Dekat Rumah Untungkan Orangtua & Anak

Sabtu, 25 Mei 2019 - 11:46 WIB

Lingkungan Baik dan Nyaman, Sekolah Dekat Dengan Hunian Jadi Pilihan

Menjelang tahun ajaran baru merupakan periode sibuk bagi para orangtua yang memiliki anak usia sekolah. Terutama bagi mereka yang baru pertama memasukan si buah hati ke tingkat pendidikan dasar.…

BNI Syariah. (Foto: IST)

Sabtu, 25 Mei 2019 - 11:40 WIB

BNI Bersama BNI Syariah Berkontribusi di Halal Park BUMN Bandara Soetta

Jakarta - BNI bersama BNI Syariah kembali berkontribusi maksimal untuk mendorong halal ekosistem. Setelah sebelumnya berpartisipasi di Halal Park Gelora Bung Karno (GBK), hari ini, Kamis (23/5),…

PT Telkom Indonesia. (Foto: IST)

Sabtu, 25 Mei 2019 - 11:24 WIB

Payout Ratio 90%, Telkom Bagikan Dividen Rp16,23 Triliun

Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Tahun Buku 2018 yang dilaksanakan di Jakarta pada Jumat (24/5), menyetujui pembagian dividen…