Industri Makanan dan Minuman Diproyeksikan Tumbuh Positif di Tahun Politik

Oleh : Kormen Barus | Sabtu, 03 Maret 2018 - 09:10 WIB

Industri Mamin
Industri Mamin

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Momentum pilkada berpotensi dapat meningkatkan konsumsi produk makanan dan minuman (mamin) lokal.

Hal ini membuat industri mamin nasional di tahun 2018 sebagai tahun politik, dengan berlangsungnya pemilihan kepala daerah (pilkada) di berbagai wilayah di Indonesia, diyakini tetap tumbuh positif.

Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto, mengatakan, tren pertumbuhan industri mamin di atas 7 persen, dengan catatan adanya aturan atau kebijakan yang mendukung peningkatan produksi.

Kami memproyeksi kinerja industri mamin tahun ini sebesar 8-9 persen, sebagai target moderat, ujarnya.

Berdasarkan catatan Kemenperin, laju industri mamin pada triwulan III tahun 2017 mencapai 9,46 persen atau di atas pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 5,06 persen di periode yang sama.

Jadi, rata-rata kuartal I-III tahun 2017, sektor ini diperkirakan sebesar 8,24 persen, ujar Panggah.

Menurutnya, selama ini industri mamin berkontribusi signifikan kepada pertumbuhan ekonomi nasional, terutama sumbangsihnya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri nonmigas.

Pada triwulan III/2017, tercatat industri mamin memberikan hingga 34,95 persen atau tertinggi dibandingkan capaian subsektor lainnya.

Kemudian, sumbangan besar lainnya terlihat dari nilai ekspor produk mamin pada tahun 2017 mencapai USD31,8 miliar (termasuk minyak kelapa sawit).

Adapun di luar minyak kelapa sawit, sebesar USD11,5 miliar.

"Sehingga neraca perdagangan mengalami surplus bila dibandingkan dengan nilai impor produk mamin pada periode yang sama sekitar USD9,88 miliar," tutur Panggah.

Bahkan, kontribusi penyerapan tenaga kerja di sektor manufaktur didominasi oleh industri mamin sebanyak 3,3 juta orang atau sebesar 21,34 persen.

Sementara itu, pada periode Januari-September 2017, nilai investasi industri mamin mencapai Rp27,9 triliun untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN), sedangkan nilai investasi untuk penanaman modal asing (PMA) sebesar USD1,4 miliar.

Untuk itu, mutlak dilakukan sinergi program dan kegiatan antara pemerintah dan stakeholder dalam pengembangan industri mamin nasional, mulai dari sektor primer sebagai penyedia bahan baku, hingga sektor industri pengolahan dan sektor moneternya, papar Panggah.

Sedangkan, guna memacu daya saing dan mempercepat industrialisasi, diperlukan pula langkah strategis seperti mempermudah akses bahan baku, sistem logistik dan distribusi, serta kegiatan penelitian dan pengembangan. Upaya ini juga mendukung dalam penerapan Industry 4.0.

Industri mamin kita sudah menyiapkan sarana-prasarananya, antara lain teknologi, infrastruktur yang mendukung, dan kompetensi SDM industri. Sehingga sektor ini lebih mampu kompetitif baik di pasar dalam maupun luar negeri, imbuhnya.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi Lukman menyampaikan, anggotanya banyak yang sudah menerapkan otomasi dengan menggunakan sistem robotik yang terintegrasi dengan internet dalam pengoperasiannya.

Langkah ini untuk menyambut kesiapan dalam pemberlakuan era revolusi industri keempat yang tengah berjalan.

Menurutnya, ternyata implementasi Industry 4.0 tidak mengurangi tenaga kerja, malah perusahaan membuka kesempatan pekerjaan baru guna mendukung penggunaan teknologi terkini dalam upaya meningkatkan produksi.

Adhi berharap semua pihak harus siap menghadapi perkembangan Industry 4.0 dan ekonomi digital, termasuk dalam membangun kompetensi SDM dan pembentukan regulasi yang mendukung dunia usaha.

Perubahan pola pikir atau soft skill yang terutama, di samping peningkatan perangkat kerasnya, tuturnya.

Adhi juga meyakini, kunci dari pertumbuhan tahun 2018 adalah koordinasi dalam mengelola kebijakan dan regulasi yang kondusif, terlebih 2018 merupakan tahun politik.

Jika itu terjadi, GAPMMI optimistis industri mamin bisa tumbuh lebih tinggi mencapai 10 persen atau naik dari tahun sebelumnya.

Tahun 2018 adalah tahun politik, di mana umumnya uang beredar akan meningkat dan diharapkan dapat pula mendongkrak konsumsi makanan dan minuman.

Pemerintah perlu memastikan Pilkada yang dilaksanakan di 171 wilayah berlangsung aman dan damai, harapnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Aktifitas bongkar muat pelabuhan

Selasa, 02 Juni 2020 - 20:19 WIB

PT Pelabuhan Indonesia II (IPC) Berhasil Cetak Pendapatan Rp3,5 triliun Periode Januari-April 2020

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC membukukan pendapatan sebesar Rp. 3,5 triliun selama periode Januari-April 2020. Dengan capaian ini, IPC masih optimistis pendapatan usaha perseroan…

Rapat pleno Pengurus PWI Pusat

Selasa, 02 Juni 2020 - 20:13 WIB

PWI Pusat Dorong Dewan Pers Proses Secara Hukum Pembuat Sertifikat UKW Palsu

Perbuatan pemalsuan sertifikat UKW tersebut merupakan tindak pidana. Hal ini tidak boleh didiamkan.

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Selasa, 02 Juni 2020 - 18:30 WIB

Industri Keramik Kalang Kabut Harga Gas Tak Kunjung Turun, Asaki Beri Ultimatum PGN Hingga Menkeu

Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) mendesak PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) sebagai suplier utama gas untuk industri agar segera bisa menyesuaikan sesuai Keputusan Menteri (Kepmen)…

Petani sedang garap sawah menggunakan traktor

Selasa, 02 Juni 2020 - 18:28 WIB

BPS: Ekspor Pertanian Tumbuh 12,66 Persen

Di tengah melemahnya ekonomi nasional akibat wabah pandemi virus corona, ekspor pertanian tetap memperlihatkan kinerja yang baik. Tercatat, ekspor pertanian April 2020 sebesar US$ 0,28 miliar…

Ilustrasi jamaah haji. (Pradita Utana/NurPhoto)

Selasa, 02 Juni 2020 - 18:12 WIB

Haji 2020 Batal Demi Kesehatan, Pemerintah Pastikan Dana yang Sudah di Setor akan Disimpan dan Dikelola

Karena pandemi covid-19, Pemerintah resmi memutuskan untuk membatalkan pemberangkatan jamaah Ibadah Haji 1441 Hijriah dari Indonesia. "Pemerintah memutuskan untuk tidak memberangkatkan Ibadah…