INDUSTRY.co.id - Jakarta- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong Bulog untuk dapat mengoptimalkan pembelian gabah kepada petani di berbagai daerah, mengingat pemerintah telah mendorong penggunaan teknologi yang mendorong produktivitas pertanian.
"Kami mendorong Bulog untuk bisa membeli gabah sebesar-besarnya," kata Mentan di Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (1/3/2018)
Mentan mengemukakan itu saat meninjau Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian dengan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir.
Menurut Amran, penyerapan gabah untuk stok beras menjadi penting apalagi pemerintah juga tengah meningkatkan produktivitas pertanian nusantara.
Dalam kunjungan tersebut, Mentan bersama-sama Menristekdikti melihat berbagai inovasi alat mesin pertanian yang telah dikembangkan oleh balai besar tersebut.
Mentan juga mengingatkan, sejumlah teknologi seperti mesin mesin panen multikomoditas jagung dan padi dinilai dapat menekan biaya produksi hingga 40-50 persen.
Selain itu, ujar dia, mekanisme pertanian lainnya yang juga sangat bermanfaat bagi petani antara lain adalah "hand tractor" dan "combine harvester", yang bisa mempercepat proses panen di lahan berhektare-hektare.
Seperti diberitakan sebelumnya Perum Bulog akan terus menyerap gabah dan beras petani menggunakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp3.700 per kilogram untuk gabah kering panen di tingkat petani dan Rp3.750 per kilogram di tingkat penggilingan. Sementara untuk gabah kering giling, HPP ditetapkan Rp4.600 per kilogram di tingkat penggilingan dan Rp4.650 di gudang Bulog.
Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti menyatakan hingga akhir Februari 2018 stok beras di gudang Bulog 261.000 ton.