INDUSTRY.co.id - Jakarta-Diperkirakan IHSG akan bergerak cenderung menguat terbatas diakhir pekan dengan rentan 6554-6687.

Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas Indonesia menyampaikan saham-saham yang masih dapat diperhatikan diantaranya ASRI, BBCA, BBRI, BKSL, BWPT, JSMR, RALS, PTPP.

"Secara teknikal pergerakan IHSG kembali menguat diatas MA5 dan MA20 setelah sempat tertahan dan berkonsolidasi pada level tersebut. Indikasi kuat kembali menguat tersignal pada indikator Stochastic yang terkonfirmasi golden-cross pada area oversold dengan momentum yang masih flat akan menahan penguatan," kata dia di Jakarta, Jumat (2/3/2018).

IHSG (+0.13%) tutup menguat tipis 8.83 poin dilevel 6606.05 setelah sempat bergerak mixed diawal sesi perdagangan melihat bursa asia dibuka cenderung menekan. Sektor pertanian (+4.23%) kembali menjadi pendorong seiring penguatan pada produsen CPO pasca Pemerintah diputuskan menang pada gugatan biodiesel ke Eropa oleh WTO. Data Indeks manufaktur PMI Indonesia rilis diatas ekspektasi 51.4 dari 49.9 dan Data inflasi yang rilis cukup terkendali dibawah ekspektasi dilevel 3.18% YoY dari 3.25% YoY menjadi trigger penguatan ditengah gejolak pergerakan yang bervariasi negatif di ekuitas global. Inflasi bulanan pada bulan februari rilis sangat rendah 0.17% berbanding 0.62% dengan ekspektasi awal 0.44% seakan meredakan kekhawatiran investor. Meskipun investor asing tetap terlihat net sell 673.54 Miliar rupiah dengan saham BBCA, ASII dan PGAS yang menjadi top net sell value.

 

Bursa saham di Eropa dibuka lebih rendah menyusul pelemahan bursa di AS. Eurostoxx (-0.55%), FTSE (-0.27%) dan DAX (-0.99%) dibuka melemah. Teasuries dan dollar menguat saat para investor menunggu pidato kedua Jerome Powell mengenai prospek suku bunga menyikapi pertumbuhan ekonomi AS yang bertumbuh lebih cepat. Data kinerja Manufaktur PMI di Jerman dan Zona Eropa rilis naik tidak mampu menahan pelemahan diawal sesi perdagangan.

 
Ekuitas Asia ditutup mixed dengan pelemahan terjadi pada bursa saham Jepang dan Korea Selatan. Indeks Nikkei (-1.56%), TOPIX (-1.59%) dan KOSPI (-1.17%) ditutup pesimis dibawah 1% sedangkan Indeks saham di Tiongkok dan Hongkok berhasil bertahan pada zona positif dimana Indeks Hangseng (+0.65%) dan CSI300 (+0.63%) ditutup menguat. Porsi investasi asing pada saham Jepang rilis turun signifikan dengan indeks kepercayaan konsumen yang turun berkontraksi menjadi 44.3 dari 44.7 diperiode sebelumnya menjadi faktor utama pelemahan.