INDUSTRY.co.id - Jakarta - Dalam melakukan evaluasi, KKK menggunakan delapan kriteria penilaian yakni pertama, desain dapat dibangun dengan selamat, kedua memenuhi ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi, ketiga menggunakan tenaga kerja kompeten bersertifikat, ke empat menggunakan peralatan yang memenuhi standar kelaikan.

Selanjutnya yang kelima menggunakan material yang memenuhi standar mutu sesuai SNI, keenam menggunakan teknologi yang memenuhi standar kelaikan, ketujuh melaksanakan Standar Operasi dan Prosedur (SOP), dan yang kedelapan keberadaan konsultan pengawas. Disamping itu juga dilakukan kunjungan ke lapangan oleh Tim KKK.

Ketua Komite Keselamatan Konstruksi (KKK) Syarief Burhanuddin meminta kepada pemilik/pelaksana proyek yang dihentikan sementara pekerjaan konstruksi layangnya untuk segera menyampaikan dokumen yang dibutuhkan untuk dilakukan evaluasi. 

"Untuk mempercepat pelaksanaan evaluasi, KKK telah membuka kantor sekretariatnya termasuk hari Sabtu dan Minggu, untuk menerima dokumen, memberikan layanan konsultasi," kata Syarief dikutip dari laman resmi Kementerian PUPR, Rabu (28/2/2018).

Menurutnya evaluasi tidak akan menghambat pekerjaan konstruksi di lapangan, namun meningkatkan keamanan dan keselamatan konstruksi. “Kecepatan penting tetapi keselamatan harus diutamakan,” jelasnya.

Ditambahkannya dalam proyek konstruksi, pelaksanaan pekerjaan dilakukan oleh kontraktor dengan pengawasan dan persetujuan konsultan pengawas yang dipekerjakan oleh pemilik pekerjaan. “Konsultan pengawas harus melihat secara detil tahapan pelaksanaan pekerjaan. Pekerjaan tidak bisa dilanjutkan tanpa persetujuan konsultan pengawas,” jelasnya.

Terdapat 8 kriteria pekerjaan konstruksi layang yang dihentikan sementara, yakni pekerjaan menggunakan balok/gelagar-I beton langsing, menggunakan sistem hanging scaffolding, balance cantilever precast/in situ, launcher beam/frame, pekerjaan dengan tonase besar, pekerjaan yang mempunyai rasio kapasitas angkat terhadap beban kurang dari 5, pekerjaan dengan faktor keamanan sistem bekisting kurang dari 4 dan pekerjaan menggunakan sistem kabel.