INDUSTRY.co.d - Jakarta- Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan Pilkada serentak 2018, Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2018 masih akan diwarnai oleh isu politik identitas dan politik uang sehingga kalau tidak diatasi akan menurunkan kualitas demokrasi.
"Ancaman demokrasi berupa rusaknya persatuan dan kesatuan bangsa akan tinggi dalam tahun politik ini. Jelang Pilkada serentak 2018, Pileg dan Pilpres, sudah mulai terlihat upaya untuk memecah persatuan bangsa serta merusak kerukunan antar umat beragama," kata Bambang dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (28/2/2018)
Bambang menjelaskan pola-pola penyerangan terhadap tokoh, pemuka agama serta rumah ibadah menjadi salah satu bukti upaya memecah persatuan dan merusak kerukunan antar umat beragama.
Menurut dia, pola-pola tersebut pernah dilakukan beberapa tahun lalu, modus yang digunakan antara lain dengan menggunakan isu dukun santet sehingga menyebabkan banyak korban.
"Saya ingin Pilkada, Pileg, dan Pilpres kali ini tidak hanya bersifat prosedural, tetapi juga memiliki makna substansial yang mencerminkan proses demokrasi berkualitas," ujarnya.
Hal itu menurut dia terutama terkait Pilkada serentak tahun ini akan lebih dinamis karena melibatkan 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten.
Karena itu dia menekankan bahwa politik uang dan politik transaksional harus mulai dihindari, sehingga saat ini saatnya mewujudkan demokrasi yang beradab dan berkualitas.
"Saya harap dalam konteks demokrasi yang berkualitas, masyarakat Indonesia dapat menyaksikan proses pemilu yang ideal dari para peserta pemilu, yakni dengan mengedepankan ide, program serta visi dan misi," katanya.
Menurut dia, kalau itu dapat dilakukan maka masyarakat dapat mengambil pembelajaran politik yang positif untuk perkembangan demokrasi kedepannya karena pelaksanaan Pilkada harus menjadi bukti nyata dari semua komponen bangsa, untuk mampu menumbuh-kembangkan demokrasi yang berkualitas.